Industri Keberatan, Mau Nego Kenaikan TDL 10 Persen Saja

Tahun Depan Tarif Setrum Pasti Naik 15 Persen Secara Bertahap

Kamis, 27 Desember 2012, 08:10 WIB
Industri Keberatan, Mau Nego Kenaikan TDL 10 Persen Saja
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya memilih menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 15 persen secara bertahap tahun depan dengan besaran 4,3 persen per tiga bulan sekali.

“Sudah ditanda tangani Pera­turan Menteri (Permen) soal tarif listrik naik per 1 Januari 2013 oleh Menteri ESDM pada 21 Desember. Mekanisme kenaikan­nya per 3 bulan sebesar 4,3 per­sen,” ujar Direktur Jenderal Ke­tenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman di Kantor Kemen­terian ESDM Jakarta, kemarin.

Menurut dia, dengan hitungan tersebut, hingga akhir tahun ke­naikannya rata-rata 15 persen. Namun, kenaikan TDL itu tidak berlaku untuk golongan pelang­gan rumah tangga dengan daya listrik 450 Volt ampere (VA) sampai 900 VA.

Sebelumnya, pemerintah terus mengkaji beberapa skema ke­naikan TDL 15 persen tahun de­pan mulai dari skema kenaikan per bulan, per tiga bulan atau se­kaligus naik 15 persen.

Menteri ESDM Jero Wacik me­ngatakan, alasan kenaikan tarif listrik 4,3 persen per tiga bulan sekali agar tidak mem­beratkan dan merepotkan masyarakat.

“Kalau naiknya sekaligus 15 persen berat bagi masyarakat. Ka­­lau naik tiap bulan merepot­kan dari segi administrasi, ma­kanya dipilih 4,3 persen per tiga bulan,” kata Wacik.

Namun, dia menegas­kan, ke­naik­an itu hanya untuk go­longan 1.300 VA ke atas. Na­mun, ada in­dustri yang tahun depan menga­lami kenaikan kurang dari 15 per­sen dan ada pula yang men­dapat kenaikan hingga 50 persen.

“Industri tetap ada yang men­dapat kenaikan kurang dari 15 persen per tahun, seperti industri garmen. Ada juga industri yang naik hingga 50 persen, 40 persen, ada pula 30 persen per tahun,” cetus Wacik.

Menurutnya, kenaikan TDL tahun depan akan meng­hemat be­lanja Anggaran Pen­da­patan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 14 triliun. Peme­rintah juga telah menye­diakan subsidi untuk listrik tahun depan Rp 78,63 tri­liun. “Bisa hemat Rp 14 triliun,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Dengan adanya kenaikan TDL 15 persen tahun depan, Wacik op­timis target 3 juta pelanggan baru dapat tercapai. Selain itu, ke­naikan TDL juga akan me­ning­katkan rasio elektrifikasi yang selama ini terhambat karena ada­nya subsidi. Rasio elektrifikasi saat ini baru mencapai 75 persen.

Menteri Perindustrian (Men­perin) MS Hidayat mengatakan, kenaikan TDL merupakan salah satu tantangan pertumbuhan in­dustri nasional tahun depan.

“Kenaikan TDL harus segera disepakati bersama, tidak dite­tap­­kan secara sepihak,” ujarnya.

Dia mengaku siap jadi media­tor antara pengusaha dan peme­rintah jika kalangan industri ke­beratan dengan penetapan ke­naik­an TDL yang ditetapkan pe­merintah.

Wakil Sekjen Asosiasi Pengu­saha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, kenaikan TDL 15 persen tahun depan akan memberatkan industri. â€œBiarpun naik­nya bertahap 4,3 persen per tiga bulan sekali, tapi kan totalnya mencapai 15 persen juga,” kata­nya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Franky mengaku, kenaikan itu akan semakin memberatkan in­dustri karena tahun depan pe­merintah juga memberlakukan upah minimum regional (UMR) yang naik 43 persen. “Dulu kita ti­dak masalah karena tidak mem­perhitungkan kenaikan UMR yang besar itu,” kata Franky.

Karena itu, dia mengusulkan ke­naikan TDL 15 persen untuk kalangan industri tahun depan di­kurangi menjadi 10 persen. Se­dangkan 5 persen lagi diundur tahun berikutnya atau dengan me­naikkan 2-3 persen TDL un­tuk ru­mah tangga golongan 450 VA-900 VA.

“Kita akan mengusulkan itu ke­pada Kementerian ESDM. Kami yakin itu bisa disetujui seperti soal kenaikan gas lalu,” ucap Franky pede.

Manajer Senior Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto menga­takan, meski pemerintah sudah menaikkan TDL 15 persen tahun depan, tapi tarif itu masih terhi­tung paling murah jika dibanding negara-negara di Asia Tenggara.

Bambang mencatat, harga ra­ta-rata saat ini adalah Rp 729 per kilo­watt hour (kwh), jika me­nga­lami ke­naikan rata-rata 15 persen akan men­jadi Rp 819 per kwh. Me­nu­rutnya, ini masih mu­rah jika di­ban­dingkan dengan Singa­pura, Ma­laysia, Filipina dan yang lainnya.

Sebelumnya, Dirut PLN Nur Pa­mudji mengatakan, skema ke­naikan TDL sepenuhnya kewe­na­ng­an Kementerian ESDM. Ske­ma ma­napun yang dipilih Ke­men­terian ESDM, PLN sebagai ope­rator siap menjalankannya. Sebab pada dasarnya, kenaikan TDL ber­­tujuan untuk mengurangi be­ban subsidi terhadap listrik. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA