Dahlan Ajak BUMN Dan Swasta Bersatu Kalahkan Multinasional

Ekspansi Keluar Negeri Bisa Naikkan Daya Saing

Jumat, 14 Desember 2012, 08:05 WIB
Dahlan Ajak BUMN Dan Swasta Bersatu Kalahkan Multinasional
Dahlan Iskan
Kecil Besar
rmol news logo .Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta, perusahaan negara harus kreatif meningkatkan kualitasnya agar tidak kalah bersaing dengan swasta. Karena itu, dia meminta BUMN gencar berekspansi keluar negeri maupun

ke pelosok daerah guna menguasai pasar. Semen Gresik dijadikan contoh.

“Ekspansi keluar negeri me­mang harus dilakukan. Dulu BUMN kita dikenal jual-jual, sekarang beli-beli. Pekan depan Semen Gresik beli pabrik semen di Vietnam, PT Timah beli tam­bang timah di Birma,” kata Dah­lan saat acara Markplus Con­ference 2013 ber­tajuk Marketing: Into Innovation and Technology di Hotel Pasific Place, Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Dahlan mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal  me­nerima penghargaan sebagai Marketeers of the Year kategori Government 2012.

Lebih lanjut bekas dirut PLN itu berpendapat, selain peru­sahaan BUMN harus gencar melakukan ekspansi ke luar ne­geri, swasta juga harus ikut ber­lomba-lomba berekspansi keluar negeri. Ekspansi tersebut diha­rapkan agar perusahaan BUMN tidak jago kandang hingga mam­pu memperkuat lini bisnis pe­ru­sahaan pelat merah.

“Ini akan terus kami lakukan agar Indonesia nggak jago kan­dang. BUMN harus kuat, bukan diperlemah. Swasta juga harus bisa melawan BUMN karena ke­duanya bersaing dengan keras. Bisa jadi perusahaan multi­na­si­onal yang kalah,” ucap Dahlan.

Dengan demikian, menurut dia, perusahaan-perusahaan nasi­o­nal bisa bergabung untuk ber­saing dengan perusahaan asing.

“Mari kita (BUMN dan swasta) bergerak cepat dan mengalahkan multinasional corp bersama-sama,” pungkasnya.

Gubernur DKI Jokowi me­ngatakan, proses marketing pro­duk dan politik itu tidak jauh berbeda. Ia mencontohkan, ko­tak-kotak sebagai branding kepe­milikannya bersama Wakil Gu­bernur DKI Basuki Tjahaja Pur­nama. Bagaimana kotak-kotak itu diferensiasi, bagaimana itu bisa dikemas secara baik dan dijual ke masyarakat.

“Akhirnya dari awal sampai akhir saya melakukan itu. Mulai dari positioning, membangun menggunakan kotak-kotak, dife­rensiasi dan dibangun personal brand, image dan persepsi yang ada di masyarakat,” ujar bekas Walikota Solo itu.

Anggota Komisi VI DPR Na­sril Bahar mengatakan, sebelum me­lebarkan sayap keluar negeri pe­rusahaan pelat merah tetap ha­rus fokus pada tugasnya yang di­atur dalam Undang-Undang No­mor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

“BUMN juga berfungsi se­ba­gai pengelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, sosial dan mengejar keuntungan untuk me­ningkatkan pendapatan negara,” katanya kepada Rakyat Merdeka.

Karena itu, jika BUMN ingin melebarkan sayapnya keluar negeri maka harus memenuhi fungsi di dalam negeri dulu. Jika sudah bisa dipenuhi, tidak ada alasan melarang BUMN melakukan ekspansi keluar negeri.

Apalagi, lanjut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dengan go international dapat meningkatkan daya saing BUMN itu sendiri. “Produk-produk kita akan semakin dikenal di luar negeri dan mengurangi tekanan impor,” katanya.

Nasril melihat BUMN yang sudah siap adalah perusahaan konstruksi. Menurut dia, ke­mampuan perusahaan konstruksi pelat merah tidak kalah saing dengan perusahaan luar.

Hal senada disampaikan ang­gota Komisi VI DPR dari Partai Demo­krat  Ferrari Romawi. Dia meminta Kementerian BUMN tidak me­mak­sakan BUMN un­tuk ekspansi keluar negeri jika belum siap.

Dia menilai, saat ini cuma ada 3-5 perusahaan yang siap eks­pan­si keluar negeri. Perusahaan itu antara lain Garuda Indonesia, Bank Mandiri, Telkom dan be­be­rapa BUMN konstruksi. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA