Menteri Pendayagunaan ApaÂratur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar menyatakan, pihaknya tengah mengkaji peraturan peÂmerintah (PP) untuk memÂperÂpanjang masa jabatan pengawai negeri sipil (PNS) dari umur 56 tahun menjadi 58 tahun.
“Karena adanya tambahan harapan hidup masa kerja PNS diperpanjang dari 56 tahun menÂjadi 58 tahun, tapi aturan ini maÂsuk PP bukan undang-undang,†ujar Azwar di Jakarta, kemarin.
Namun, lanjut Azwar, tidak semua PNS bisa memperpanjang masa jabatannya. Menurutnya, hal itu ditentukan berdasarkan produktivitas dalam bekerja.
“PNS ini ada yang produktif dan ada yang tidak, yang tidak produktif ini tidak cocok diÂtambah masa jabatan, yang proÂduktif boleh,†ujarnya.
Untuk itu, dia menyatakan akan membuat peraturan seketat mungkin agar kesempatan terÂsebut tidak disalahgunakan. “Jadi mungkin nanti ditulis 56 tahun atau lebih di peraturannya. Tapi ini kita ikat, agar tidak terjadi permainan politik,†tegasnya.
Selain itu, Azwar juga meÂnegaskan, belum menetapkan aturan mengenai pensiun dini. Begitupun dengan tunjangan yang akan diberikan untuk PNS yang melakukan pensiun dini.
Dia menganggap aturan penÂsiun dini akan diperuntukkan bagi para PNS yang ingin memÂperÂcepat masa pensiunnya untuk keperluan lain.
“Pensiun dini itu ada dua macam, ada orang dipensiunkan sebelum waktunya dengan pemÂbayaran tertentu, ini belum diatur. Tapi ada juga orang yang mau pensiun untuk tujuan tertentu misal terjun ke politik, itu yang akan kita atur lagi,†jelasnya.
Dia mengakui Kementerian Keuangan telah meminta izin untuk melakukan pensiun dini. Namun, rencana tersebut belum diÂizinkan karena aturannya harus berÂlaku juga untuk kementerian lain.
Azwar pun mengaku tidak berniat menjadi PNS sejak dulu karena dia bercita-cita menjadi wirausaha. Niatnya ini sempat ditentang orang di kampungnya yang menganggap cita-citanya di luar kebiasaan masyarakat yang sangat menginginkan jadi PNS.
“Saya tidak mau jadi PNS, tapi orang kampung bilang, gila, PNS itu kan dijamin pensiun sampai hari tua,†ucapnya.
Namun dia yakin rezeki di tangan Tuhan, sehingga tidak mempermasalahkan mengenai keuntungan yang didapat dari profesi PNS.
Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah mengelola keÂuangan untuk masa depan. Dia mengaku melakukan investasi dengan membeli tanah. Ternyata, hal tersebut berguna ketika diÂrinya harus menjabat jadi anggota DPR dan masuk dalam peÂmeÂrinÂtahan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: