Amerika Diamuk Badai Sandy, Ekspor Karet RI Goyang

Selasa, 06 November 2012, 08:15 WIB
Amerika Diamuk Badai Sandy, Ekspor Karet RI Goyang
ilustrasi, karet
Kecil Besar
rmol news logo Badai Sandy ternyata tidak ha­nya memporak porandakan dara­tan di Amerika Serikat (AS), tapi juga mempengaruhi ekspor karet In­donesia ke Ne­geri Paman Sam. Nilai ekspor karet Indo­nesia ke AS dalam periode Januari-Agustus 2012 sebesar 12,2 miliar dolar AS.

Ketua Umum Dewan Karet Indonesia Aziz Pane me­nuturkan, kejadi­an yang me­landa AS itu mem­­bawa dam­pak terhadap ekspor karet. Sebab, Negeri Adi­daya itu meru­pa­kan negara utama tu­juan eks­por karet terbesar dari Indonesia. Nilainya mencapai 220 juta dolar AS per tahun.

“Untuk sementara waktu esk­por kita ditahan dulu, ada be­be­rapa hasil olahan karet yang tidak bisa masuk ke Amerika, khu­sus­nya ke Amerika bagian timur yang sedang dilanda ben­cana alam. Ya memang sedikit ter­gang­gu, karena eskpor ban kita di sana sangat disenangi oleh pa­ra konsumen,” terang Aziz ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, Badai Sandy meng­­khawatirkan dunia interna­sional. Sebab, selain bursa saham Wall Street rontok, sentra-sentra pereko­nomian di New York, kota terbesar dan pusat bisnis di AS, ter­ganggu karena listrik padam se­cara luas. Sejumlah pe­ner­bangan interna­sional dibatal­kan.

Menurut Aziz, pihaknya me­nunggu kondisi supaya stabil kem­bali untuk melakukan ekspor. Karena pasca badai, otomatis ke­giatan ekspor terhenti dan ba­rang-barang yang akan diekspor masih tersimpan di gu­dang.

“Kami tunggu kondisi normal kem­bali, tapi kami harap secepat­nya bisa pulih. Karena banyak yang akan kami kirim ke sana (Amerika),” ungkapnya.

Sementara, Wakil Menteri Per­dagangan Bayu Khrisnamur­thi menuturkan, bencana alam yang terjadi di AS ba­gian timur tidak terlalu mem­pengaruhi nilai eks­por Indonesia ke Washington.

“Sampai saat ini memang be­lum terlalu terlihat dampaknya, mes­ki­pun ada beberapa ko­modi­tas dari Indonesia, semen­tara wak­tu tidak bisa masuk ke pe­labuhan di timur Amerika karena kondisinya yang belum memung­kinkan,” kata Bayu kepada war­tawan di kantornya, kemarin.

Bayu menambahkan, dari ke­seluruhan nilai tersebut, sebesar 3,24 dolar AS miliar masuk me­lalui pelabuhan di kawasan timur di Amerika atau sekitar 26,5 persen dari keseluru­han total eks­­por indonesia ke negara Pa­man Sam tersebut.

Bayu menyatakan, komoditi ekspor yang masuk melalui pan­tai timur Amerika. Nilainya ham­­­pir dari se­tengah dari kese­luruhan ekspor Indo­nesia ke dae­rah timur Amerika senilai 1,64 miliar dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA