Indeks Bursa Melempem, Bank Dunia Cermati Birokrasi

Rabu, 24 Oktober 2012, 08:08 WIB
Indeks Bursa Melempem, Bank Dunia Cermati Birokrasi
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Ekonomi nasional ternyata masih rentan atas pengaruh krisis di China. Mengikuti sentimen negatif bursa regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin di­tutup melemah.

Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono mengatakan, pelemahan indeks bursa ini menyusul kekhawatiran melambatnya pertumbuhan eko­nomi di Negeri Tirai Bambu ter­sebut. “Selain dari China, kega­galan para menteri Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan pemberian bantuan kepada Spa­nyol menimbulkan kekha­wati­ran bahwa krisis Eropa masih jauh dari usai,” terangnya di Jakarta, ke­marin.

Tercatat sektor saham yang mengalami koreksi dipimpin sektor konsumer sebesar 1,6 per­sen, manufaktur 1 persen dan industri dasar 0,5 persen, se­dang­kan sektor yang mengalami kenaikan adalah sektor perdaga­ngan sebesar 0,5 persen, perke­bu­nan 0,4 persen serta infrastruk­tur atau properti 0,2 persen.

Tercatat sebanyak 121 saham naik, sisanya 134 saham turun dan 101 saham tidak bergerak. Untuk saham yang mengalami pe­nuru­nan di antaranya PT Gu­dang Garam Tbk (GGRM) yang me­lemah Rp 900 menjadi Rp 50.550, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) merosot Rp 500 menjadi Rp 19.500, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terkoreksi Rp 450 menjadi Rp 25.500.

Sementara itu, Bank Dunia (World Bank) menyatakan sejak Juni 2011 hingga Juni 2012 Indo­nesia telah memperbaiki pe­ratu­rannya melalui reformasi pera­turannya. Ini memudahkan para wirausaha lokal untuk men­dapat­kan jaringan listrik. Dalam artikel Doing Business 2013:  Bank Du­nia disebutkan, sejak 2005 Indo­nesia telah mengim­ple­mentasi­kan 18 reformasi peratu­ran biro­krasi atau kelembagaan.

“Indonesia telah membuat be­berapa perbaikan selama delapan tahun terakhir, dan masih terus berupaya untuk memperkuat le­bih jauh kejelasan kerangka pe­ra­turannya,” ujar Direktur World Bank untuk Indonesia, Stefan Koeberle dalam keterangan pers di Jakarta, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA