Follow Up Iklim Investasi Target 300 Triliun Tercapai

DPR Minta BKPM Jemput Bola & Lebih Gesit Gaet Investor

Selasa, 23 Oktober 2012, 08:35 WIB
Follow Up Iklim Investasi Target 300 Triliun Tercapai
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Asalkan iklim investasi yang kondusif di-follow up atau ditindaklanjuti, target investasi BKPM tahun ini sebesar Rp 300 triliun bisa tercapai.

Di tengah merosotnya kon­disi ekonomi dunia, iklim inves­tasi di Indonesia justru terus me­nun­jukkan trend positif. Hal itu ditun­jukkan dari data Realisasi Inves­tasi kuartal III (Q3/2012) di Indonesia yang mencapai 81,8 tri­liun. Naik 25,1 persen diban­ding periode tahun lalu.

Kepada Badan Koordinasi pe­nanaman Modal (BKPM) Chatib Basri menuturkan, inves­tasi Pe­nanaman Modal Asing (PMA) men­capai Rp 56,6 triliun. Se­dang­­kan untuk Penanaman Mo­dal Dalam Negeri (PMDN) se­be­sar Rp 25,2 triliun. Pada kuartal tiga naik sebesar 6,4 persen.

Se­mentara realisasi investasi periode Januari-Sep­tem­ber 2012, secara kumulatif men­capai Rp 229,9 triliun. Penca­paian terse­but meningkat 25 persen diban­ding periode yang sama tahun lalu yang hanya men­capai Rp 181 tri­liun.

Menurut bekas ekonom UI ini, capaian investasi triwulan ini record high (rekor tinggi), baik se­cara triwulan maupun secara kumulatif Januari-September.

“Jadi ini record terbesar sepan­jang sejarah. Ini adalah (capaian realisasi investasi) yang terbesar yang pernah dicapai oleh Indone­sia,” katanya kepada wartawan di kantor BKPM Jakarta, kemarin.

Dikatakan Chatib, realisasi in­vestasi di luar Jawa juga terus me­ningkat mencapai Rp 24,3 tri­liun atau naik 37,2 persen di­ban­ding kuartal sebelumnya. Se­metara priode Januari-Sep­tem­ber investasi di luar Jawa me­ningkat menjadi Rp 107 triliun atau naik 46,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sektor tertinggi adalah industri mineral non logam yang menca­pai Rp 5,9 triliun, lalu industri makanan Rp 4,6 triliun, industri tekstil, tanaman pangan dan per­ke­bunan, serta konstruksi.

Untuk lokasi favorit investasi, menurut dia, Jawa masih tujuan utama investor. Disusul Jawa Ba­rat dan Jawa Timur bagi in­vestor lokal. Nilai investasinya di Jabar mencapai Rp 6,7 triliun, Jatim Rp 5,2 triliun.

Untuk itu, pihaknya ini mematok target Investasi sampai akhir tahun sebesar Rp 300 tri­liun.  Sebab, rea­li­­sasi PMA dan PMDN periode Januari hingga September 2012 telah mencapai 229,9 triliun atau setara 81,8 persen dari target in­vestasi tahun ini. Melihat per­kem­bangan itu, dia ­makin ya­kin bisa sampai pada target tersebut.

“Insya Allah de­ngan segala yang kami lakukan, akhir tahun ini investasi bisa tem­bus sampai tiga ratus triliun,” katanya pede (percaya diri).

Anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi menyatakan, tar­get investasi Rp 300 triliun bi­sa saja dicapai. Asal­kan, investor yang sudah ada di-maintenance (dikelola) le­bih baik lagi.

“Kalau mau be­nar-benar ter­capai, investor yang su­dah ma­suk sampai saat ini harus di-follow up lagi. Biar me­reka tidak kabur, karena investor baru tidak mung­kin masuk pada akhir ta­hun.” cetus Ferrari kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Menurutnya, minat investasi di Indonesia cukup tinggi. Dunia in­ternasional pun sudah menaruh kepercayaan kepada iklim inves­tasi di Indonesia. Untuk itu, in­ves­tasi perlu terus ditambah. Dia meminta kepada BKPM harus lebih gesit lagi untuk mereali­sa­sikan targetnya. Selain itu, juga harus inisiatif dan jemput bola kepada para investor. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA