Wacik Ngaku Tim Ekonomi Diprotes Pengusaha Jepang

Ekspor Bahan Mentah Mineral Distop

Rabu, 10 Oktober 2012, 08:00 WIB
Wacik Ngaku Tim Ekonomi Diprotes Pengusaha Jepang
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Kebijakan pemerintah Indo­nesia meng­hentikan ekspor ba­han mentah mineral diprotes pengu­saha Je­pang.

“Tim ekonomi Indonesia ke­marin ke Jepang dan men­da­pat­kan komplain dari pengu­saha Je­pang. Mereka memprotes kebi­jakan terkait tidak boleh ekspor bahan mentah,” kata Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dalam sam­butannya di The 12th Gas In­formation Exchange In The Western Pacific Area (Gasex 2012), Nusa Dua, Bali, kemarin.

Menurut Wacik, seiring per­kem­bangan ekonomi Indonesia, sudah saatnya ekspor bahan men­­tah dihentikan. Sebab, Indonesia mampu mengolah sendiri bahan mentah menjadi bahan yang lebih bernilai tambah.

“Apalagi kita sudah 50 tahun lebih ekspor bahan mentah ter­masuk ke Jepang. Menko Per­eko­nomian Hatta Rajasa juga su­dah menjelaskan secara te­pat. Pe­ngolahan hasil tambah ha­rus se­suai kaidah hidup, tidak boleh lagi ekspor bahan men­tah,” jelasnya.

Menurut dia, hal yang sama juga terjadi pada gas, sebagian besar produksi lifting gas Indo­nesia diekspor ke luar negeri. Tercatat 4 Oktober, produksi gas mencapai 7.224 Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Sebab itu, seiring meningkatnya kebutuhan gas dalam negeri, maka ekspor gas akan dikurangi.

“Gas yang dihasilkan paling utama untuk kepentingan In­do­­nesia. Kami juga tidak akan me­­langgar kontrak yang ada be­gitu saja, tapi semua bisa di­ne­­go­sia­sikan. Kalau kurang ten­­tu eks­por dikurangi,” ucapnya.

Wacik mencontohkan, pro­duk­­si gas di Tangguh Papua oleh BP di Train 1 dan 2, awalnya 100 per­sen buat ekspor, sebagian untuk dikirim ke Fujian China dan Jepang.

“Namun dengan pembicaraan dan jalin kerja sama yang baik, BP mau mengalokasikan 230 juta kaki kubik fit per hari. Se­karang disiapkan Train III de­ngan ko­mitmen dalam kontrak 40 persen dari total produksi akan diberikan ke domestik,” katanya.

Bahkan, kata Wacik,  peme­rintah se­dang menggenjot ener­gi baru dan terbaharukan seper­ti pro­yek 10.000 mega­watt. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA