Kondisi ketenagalistrikan di dalam negeri belum maksimal. Padahal, tahun depan tarif tenaga listrik (TDL) bakal dinaikkan 15 persen, tapi kondisi di beberapa daerah masih terjadi byar pet.
Ketua Masyarakat KetenagaÂlistriÂkan Indonesia (MKI) Harry Jaya Pahlawan mengatakan, maÂsalah listrik yang terjadi di IndoÂnesia bukan hanya menjadi tangÂgung jawab PT Perusahaan LisÂtrik Negara (PLN) saja. Namun, juga mitra-mitra BUMN listrik itu.
“Masalah ini bukan persoalan kemarin atau hari ini saja,†ujarÂnya saat jumpa pers persiapan pelaksanaan Conference of ElecÂtric Power Supply Industry (CEPSI) ke-19 yang dilaksanaÂkan Association of The ElecÂtricity Supply Industry of East Asia dan The Western Pasific (AESIEAP) di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) JaÂkarta, kemarin.
Harry yang juga menjabat DiÂrektur Operasi Indonesia Barat PLN itu mencontohkan, soal lambatnya penyelesaian pemÂbangÂkit 10 ribu mega watt (MW) tahap I. Keterlambatan itu juga dipeÂngaruhi oleh mitra PLN.
Namun, kata dia, permasaÂlaÂhan listrik tidak hanya terjadi pada PLN. Menurutnya, permaÂsalaÂhan listrik swasta juga baÂnyak. Dari sisi hulu, PLN terus meÂlakukan perbaikan. Begitu juÂga dengan jaÂringan dan distriÂbusi terus ditingÂkatkan. “UnÂtuk itu kita sudah samÂpai pecat saÂna, peÂcat sini,†ungkapnya.
Dia juga menolak jika diseÂbutÂkan pemadaman listrik masih tingÂgi. Menurutnya, yang terjaÂdi adalah listrik paÂdam karena adaÂnya masalah atau kecelaÂkaÂan deÂngan trafoÂ. “Pemadaman sejak zaman Pak Dahlan Iskan suÂdah tidak ada. Kalau padam listrik masih ada,†katanya.
Bahkan, kata dia, petugas PLN harus siap untuk mengantisipasi padam listrik 24 jam. Bahkan, perusahaan listrik itu sudah meÂnyiapkan trafo cadangan meskiÂpun harganya sangat mahal.
Harry mengatakan, PLN juga akan menggunakan energi terbaÂrukan untuk pembangkitnya. UnÂtuk proyek 10 ribu MW tahap II, akan difokuskan pada energi raÂmah lingkungan. Sedangkan unÂtuk tahap I fokus pada batubara.
Harry menambahkan, acara CEPSI ke-19 di Bali itu menguÂsung teÂma Enhancing Clean TechÂnoÂlogy and Securing InvestÂment for SusÂtainable Electric Power Industry Development. Dia berÂharap, acaÂra itu dijaÂdikan momentum dalam teknoÂlogi berÂsih di bidang pembangkit.
Apalagi rencana aksi nasional dan daerah menargetkan penuÂrunan emisi karbon 26 persen pada 2020 dan target 25 persen kontribusi energi baru dan terbaÂrukan pada 2025.
Eksekutif Director CEPSI AnÂdri Doni mengatakan, masalah ketenagalistrikkan sangat baÂnyak. Karena itu, deÂngan seminar keÂtegalistrikan ini diharapkan masalah tersebut bisa diselesaiÂkan. “Mereka sudah menerapkan teknologi bersih, itu yang akan kiÂta pelajari,†kata Andri.
Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Legislatif dan Eksekutif (Majelis) SugiÂyanto mengimbau PLN untuk berbenah diri menjelang kenaikÂan TDL tahun depan.
“Parah, kalau TDL naik tapi masih saja byar pet. Itu harus diantisipasi PLN,†warning-nya.
Menurut Sugiyanto, kinerja PLN harus digenjot dalam meÂlayani pelanggan. “Masyarakat jangan sampai dibebani lagi deÂngan kondisi kelistrikan yang kacau,†tandas Sugiyanto. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: