Parah, Kalau TDL Naik Tapi Listrik Masih Saja Byar Pet

PLN: Pemadaman Sejak Zaman Pak Dahlan Iskan Sudah Tidak Ada

Selasa, 09 Oktober 2012, 08:05 WIB
Parah, Kalau TDL Naik Tapi Listrik Masih Saja Byar Pet
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo Kondisi ketenagalistrikan di dalam negeri belum maksimal. Padahal, tahun depan tarif tenaga listrik (TDL) bakal dinaikkan 15 persen, tapi kondisi di beberapa daerah masih terjadi byar pet.

Ketua Masyarakat Ketenaga­listri­kan Indonesia (MKI) Harry Jaya Pahlawan mengatakan, ma­salah listrik yang terjadi di Indo­nesia bukan hanya menjadi tang­gung jawab PT Perusahaan Lis­trik Negara (PLN) saja. Namun, juga mitra-mitra BUMN listrik itu.

“Masalah ini bukan persoalan kemarin atau hari ini saja,” ujar­nya saat jumpa pers persiapan pelaksanaan Conference of Elec­tric Power Supply Industry (CEPSI) ke-19 yang dilaksana­kan Association of The Elec­tricity Supply Industry of East Asia dan The Western Pasific (AESIEAP) di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ja­karta, kemarin.

Harry yang juga menjabat Di­rektur Operasi Indonesia Barat PLN itu mencontohkan, soal lambatnya penyelesaian pem­bang­kit 10 ribu mega watt (MW) tahap I. Keterlambatan itu juga dipe­ngaruhi oleh mitra PLN.

Namun, kata dia, permasa­la­han listrik tidak hanya terjadi pada PLN. Menurutnya, perma­sala­han listrik swasta juga ba­nyak. Dari sisi hulu, PLN terus me­lakukan perbaikan. Begitu ju­ga dengan ja­ringan dan distri­busi terus diting­katkan. “Un­tuk itu kita sudah sam­pai pecat sa­na, pe­cat sini,” ungkapnya.

Dia juga menolak jika dise­but­kan pemadaman listrik masih ting­gi. Menurutnya, yang terja­di adalah listrik pa­dam karena ada­nya masalah atau kecela­ka­an de­ngan trafo­. “Pemadaman sejak zaman Pak Dahlan Iskan su­dah tidak ada. Kalau padam listrik masih ada,” katanya.

Bahkan, kata dia, petugas PLN harus siap untuk mengantisipasi padam listrik 24 jam. Bahkan, perusahaan listrik itu sudah me­nyiapkan trafo cadangan meski­pun harganya sangat mahal.

Harry mengatakan, PLN juga akan menggunakan energi terba­rukan untuk pembangkitnya. Un­tuk proyek 10 ribu MW tahap II, akan difokuskan pada energi ra­mah lingkungan. Sedangkan un­tuk tahap I fokus pada batubara.

Harry menambahkan, acara CEPSI ke-19 di Bali itu mengu­sung te­ma Enhancing Clean Tech­no­logy and Securing Invest­ment for Sus­tainable Electric Power Industry Development. Dia ber­harap, aca­ra itu dija­dikan momentum dalam tekno­logi ber­sih di bidang pembangkit.

Apalagi rencana aksi nasional dan daerah menargetkan penu­runan emisi karbon 26 persen pada 2020 dan target 25 persen kontribusi energi baru dan terba­rukan pada 2025.

Eksekutif Director CEPSI An­dri Doni mengatakan, masalah ketenagalistrikkan sangat ba­nyak. Karena itu, de­ngan seminar ke­tegalistrikan ini diharapkan masalah tersebut bisa diselesai­kan. “Mereka sudah menerapkan teknologi bersih, itu yang akan ki­ta pelajari,” kata Andri.

Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Legislatif dan Eksekutif (Majelis) Sugi­yanto mengimbau PLN untuk berbenah diri menjelang kenaik­an TDL tahun depan.

“Parah, kalau TDL naik tapi masih saja byar pet. Itu harus diantisipasi PLN,” warning-nya.

Menurut Sugiyanto, kinerja PLN harus digenjot dalam me­layani pelanggan. “Masyarakat jangan sampai dibebani lagi de­ngan kondisi kelistrikan yang kacau,” tandas Sugiyanto. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA