Jaringan Pencuri Minyak Pertamina Sangat Luas

Sampai September Mencapai Rp 198 Miliar

Jumat, 05 Oktober 2012, 08:22 WIB
Jaringan Pencuri Minyak Pertamina Sangat Luas
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Jaringan pencuri minyak Per­tamina EP di Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata sangat luas. Sampai September lalu, nilai ille­gal tapping (pencurian minyak) ini mencapai Rp 193 miliar. Men­teri BUMN Dahlan Iskan me­minta aparat tidak tinggal diam.

Dahlan mengungkapkan, jari­ngan pencurian pipa minyak mi­lik PT Pertamina Persero yang ter­dapat di Tampino-Plaju, Suma­tera Selatan, begitu luas.

Menurut Dahlan, ada sekitar 2000 barel mi­nyak yang tersedia di pi­pa mi­nyak Pertamina yang di­curi. Oleh sebab itu, Pertamina se­baik­nya mengadu ke pihak ke­a­manan, sebab negara memili­ki pi­hak ke­amanan untuk melin­dungi ma­sya­rakatnya.

“Itu kan sudah menyangkut jari­ngan yang begitu luas. Tinda­kan­nya ya Pertamina harus me­nga­du ke pihak keamanan,” seru Dahlan di Jakarta, Rabu (3/10).

Dia beralasan, Pertamina tidak di­persiapkan untuk mengatasi ma­sa­lah pencurian dalam susun­an organisasinya. Ia juga meng­akui, sudah mendapatkan lapor­an dari Pertamina perihal pen­curian pipa minyak tersebut.

Sebelumnya, Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto menyampaikan, periode Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah ke kilang pengo­lahan hilang rata-rata 17 persen. Pertamina EP mendistribusikan mi­nyak mentah 330.000 barel per bulan atau de­ng­an rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.

“Setelah dihitung ternyata me­ngalami kehilangan pengi­riman minyak sebesar 17 persen atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel dan jika dirupiah­kan mencapai Rp 198,3 miliar lebih,” tutur Agus.

Pipa minyak Tempino-Plaju Rabu (3/10) telah terbakar dan me­­ngakibatkan lima korban jiwa dan 18 luka bakar. Akibat ke­ba­ka­ran itu, Pertamina EP ber­potensi mengalami kerugian hingga Rp 2,7 miliar.

“Kerugian ini dihitung dari mi­nyak yang disalurkan dengan per­hitungan 11 ribu barel pengi­ri­man per jam dikali enam jam se­jak kejadian. Kemudian, dikali dengan harga minyak 110 dolar AS per barel dikali kurs Rp 9.000 per dolar AS,” ungkapnya.

Kemarin, Perta­mina EP mulai melakukan penga­liran minyak di Bayung Lencir, Sumatera Selat­an, telah berjalan normal sejak semalam. “Hingga pagi ini, Per­tamina telah berhasil mengalir­kan minyak sebanyak 6.000 ba­rel,” jelas Agus.

Tim pemadaman yang berasal dari Pertamina dan Elnusa di­bantu Dinas Kehutanan, Cono­coPhilips, dan JOB Talisman, ber­hasil memadamkan apipada 13.30 WIB ke­marin. Pertamina dan El­nusa lalu melakukan penanganan di sekitar lokasi untuk melokalisir minyak dan melakukan penye­do­tan dengan vacuum truck.

“Tim juga melakukan upaya pe­masa­ngan clamp pipa untuk mengatasi titik yang dilubangi oleh pelaku pencurian. Selanjut­nya, Perta­mina melakukan rang­kaian pro­sedur inspeksi pipa un­tuk me­masti­kan kondisi pipa da­lam kea­daan aman dan bisa di­alirkan minyak,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA