Target Produksi Diturunin, Impor Gula Makin Tinggi

Jumat, 21 September 2012, 08:00 WIB
Target Produksi Diturunin, Impor Gula Makin Tinggi
ilustrasi, gula
Kecil Besar
rmol news logo .Diturunkannya target produksi gula dalam negeri oleh Kementerian Pertanian (Kementan) memperlihatkan koordinasi pemerintah di bi­dang ketahanan pangan buruk.

“Penurunan target produksi gula karena kekurangan lahan memperlihatkan kurangnya kordinasi,” ujar anggota Ko­misi IV DPR Wan Abubakar ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Politisi Partai Persatuan Pem­bangunan (PPP) itu me­nyayangkan penurunan target produksi gula dalam negeri. Akibat penurunan ini, impor gula akan semakin tinggi. Dengan tingginya nilai impor gula akan merugikan para petani karena harga di dalam negeri akan turun.

“Jelas ini merugikan petani dan produsen dalam negeri dan hanya akan menguntungkan importir dan pedagang saja,” jelasnya.

Untuk diketahui, Kementan menurunkan target produksi gula tahun ini dari 4,4 juta ton menjadi 2,6 juta ton, sedang­kan pada 2013 produksi gula diturunkan jadi 2,8 juta ton dari 4,9 juta ton dan target produksi gula pada 2014 yang sebelum­nya 5,7 juta ton diturunkan menjadi 3,1 juta ton. Kementan beralasan, penurunan itu disebabkan sulitnya melaku­kan penambahan lahan perke­bunan tebu baru.

Karena itu, kata Abubakar, Kementan harus berkoor­dinasi dengan Kementerian Ke­hutanan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk men­dapatkan lahan baru. Apalagi saat ini banyak terjadi alih fung­si lahan pertanian, sedang­kan lahan penggantinya tidak ada.

Dia juga meminta peme­rintah meninjau ulang Hak Guna Usaha (HGU) perke­bu­nan. Menurutnya, jika ada HGU yang tidak produktif se­baiknya diambil alih peme­rintah untuk meningkatkan pro­duksi gula dalam negeri. Pa­salnya, kondisi ini akan membuat target swasembada gula pemerintah tidak akan tercapai pada 2014.

Dirjen Perkebunan Kemen­tan Gamal Nasir mengatakan, penurunan target produksi gula juga disebabkan tidak maksi­malnya revitalisasi pabrik gula dan pembangunan pabrik baru.

Menurutnya, pada saat penyu­sunan roadmap awal pro­duksi gula, pemerintah mem­perhitungkan ada penam­bahan luas lahan perkebunan tebu 350.000 hektar, revita­lisasi pabrik gula serta pem­bangunan pabrik baru.

Dia mengatakan, kemam­puan Kementan terhadap pro­duksi gula pada 2014 hanya 3,1 juta ton. Produksi gula sejak 2002-2012 juga maksimal hanya 2,7 juta ton. Padahal pada 2008 sudah dilakukan bongkar ratoon atau peng­gantian bibit tebu baru secara besar-besaran, tetapi produksi hanya 2,8 juta ton. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA