Impor diantaranya untuk memenuhi kebutuhan hotel berbintang, restoran, dan kebutuhan industri pengolahan daging.
"Bali tidak bisa mengelak masuknya daging impor dalam rangka untuk mengisi kebutuhan industri dan hotel berbintang," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Putu Sumantra, usai mengikuti sebuah seminar mengenai peningkatan produksi dan kualitas daging sapi Bali di Universitas Udayana, Denpasar, Bali (Jumat, 14/9).
Menurut dia, pemasok daging sapi impor tersebut memiliki segmen produksi tertentu untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dia menjelaskan bahwa untuk industri pengolahan daging seperti produk sosis dan kornet misalnya diperlukan daging sapi dengan kadar lemak tinggi hingga 20 persen.
Sedangkan daging sapi Bali hanya memiliki kadar lemak dibawah sepuluh persen, yang dinilainya tergolong daging sehat karena lemak yang rendah.
Ia mengatakan dari 8.000 ton kebutuhan daging sapi di Pulau Dewata per tahun untuk hotel, restoran, dan konsumsi masyarakat, 1.000 hingga 1.500 ton di antaranya merupakan daging sapi impor yang didatangkan dari Australia dan Selandia Baru.
"Daging sapi yang diimpor hanya berupa 'prime cuts' saja untuk segmen tersebut," tambahnya.
Pihaknya berupaya membatasi impor daging sapi agar sapi lokal bisa lebih dominan digunakan sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat karena pembangunan peternakan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
"Kalau nanti pemotongan lokal tidak memberi keuntungan dibandingkan pengeluaran sapi potong, maka kami akan mengeluarkan sapi potong untuk masyarakat. Tetapi kami akan bangun rumah potong yang bagus sehingga kualitas daging diterima oleh hotel," ujar Sumantra.
Tahun 2012, lanjut Sumantra, Bali mengeluarkan sapi potong hidup ke beberapa daerah di Tanah Air dengan kuota sebesar 75 ribu ekor atau setara dengan 12 ribu ton.
Sementara itu berdasarkan sensus cacah jiwa tahun 2011 populasi sapi Bali mencapai 637.743 ekor, sedangkan untuk pendataan sapi lokal tahun ini akan dilakukan mulai September hingga Desember 2012.
[ant/dem]
BERITA TERKAIT: