Proses beauty contest (pemilihan) perusahaan pengadaan bahan laminating paspor harus dilakukan secara transparan oleh Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).
Dengan proses pemilihan yang fair dan terukur, diharapÂkan akan diperoleh pemenang yang berÂkuaÂlitas, sesuai spesifiÂkasi yang ditetapkan serta harga yang proÂporsional.
Ketua Lembaga PengÂkajian Kebijakan Publik Nasional InÂdonesia (LPKPNI) Satya Nusa Wibowo menyebutkan, proses peÂmilihan perusahaan pengadaan bahÂan laminating paspor yang akan dimulai tanggal 29 Agustus 2012 ini jangan sampai dikotori oleh KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Bahkan kalau perlu KPK ikut mengawasi proses beauty contest tersebut.
“Peruri sebagai BUMN yang belakangan ini terkenal cukup bersih dan selalu mengutamakan transparansi dalam pengadaan bahan-bahan percetakan, juga diÂtuntut untuk bertindak fair dalam proses pemilihan perusahaan pengadaan bahan laminating paspor,†ujarnya di Jakarta, kemarin.
Disebutkan, dengan proses kontes perusahaan yang bebas KKN, diharapkan bisa dihasilÂkan paspor dengan kualitas yang baik dan harga yang relatif muÂrah. Untuk itu, menurut SatÂya, pihak pemberi order dalam hal ini KeÂmenkumham dan DitÂjen ImigÂrasi juga harus bertindak fair dan menjauhi hal-hal yang berbau KKN.
Saat ini, menurut Satya, sudah buÂkan zamannya lagi pejabat meÂlakukan KKN dalam pengaÂdaan barang dan jasa yang berÂkaitan dengan uang negara dan uang milik publik. KPK dipasÂtikan akan terus memantau proÂses tenÂder, pemilihan dan beauÂty contest perusahaan-perusaÂhaan yang akan menjadi peÂmaÂsok barang untuk kementerian negara dan BUMN.
“Kalau ada yang coba-coba main mata dengan pihak Peruri atau Ditjen Imigrasi, pasti kelak akan ketahuan. KPK tidak akan tinggal diam begitu ada tanda-tanda sesuatu yang tidak beres daÂlam proses tender di suatu BUMN atau kementerian,’’ tuturnya.
Diutarakan, kebutuhan akan bahan laminating paspor ini hingga akhir tahun 2012 cukup besar, sekitar satu juta lebih. Untuk itu, proses pengadaannya harus benar-benar fair, sehingga para pejabat pemegang komitÂmennya terhindar dari KKN.
“Jadi mesti dihindari adanya keÂmungkinan penentuan pemeÂnang sebelum proses kontes berÂlangÂsung. Kalau pemenangnya diÂtentuÂkan sebelum kontes, tentu KPK bakal turun tangan. Tapi saya yakin Peruri akan bertindak fair dan transparan,†ujarnya.
Para pejabat yang ikut dalam proses kontes, lanjutnya, haruslah mereka yang selama ini sudah teruji dan bersih dari KKN.
“Artinya paniÂtia kontesnya haÂrus mereka-mereka yang memÂpunyai rekam jejak yang baik dan anti KKN. Begitu juga pemberi ordernya, yaitu Kemenkumham dan Ditjen Imigrasi, harus bebas KKN,†tambahnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Peruri Junino Jahya mengatakan, selama ini Peruri hanya mengÂhasilkan produk, di mana orang dipaksa untuk menerimaÂnya.
“Ke depan kita tidak bisa lagi seperti itu. Selain uang, seÂmuaÂnya sudah dideregulasi. TekÂnoÂlogi juÂga terus berkembang. MeÂdia pemÂbayaran yang dulu cuma uang, sekarang medianya maÂcam-maÂcam sehingga kalau trend terÂhadap produk-produk Peruri dalam hal ini terus berkuÂrang, tentu kita tidak bisa berdiam diri,†papar bekas staf Komisi PembeÂrantasan KoÂrupsi (KPK) ini.
Menurut Junino, pihaknya suÂdah memberikan modal kepada anak usahanya, PT Peruri Digital Security (PDS) sebesar Rp 20 miÂliar untuk tahun ini. Sejauh ini PDS sudah mengantongi bebeÂrapa proyek untuk menghidupkan periuknya sendiri.
Tahun lalu, Peruri mematok target laba seÂbesar Rp 236 miliar. Angka ini naik 41,31 persen dari laba yang dicetak tahun sebeÂlumnya sebesar Rp 167 miliar. Saat ini, BUMN ini juga menÂcetak paspor, pita cukai, maÂterai dan perangko. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: