DPR Segera Godok Calon Kepala Baru BP Migas

Diharapkan Mampu Capai Target Produksi Minyak & Tekan Cost Recovery

Rabu, 29 Agustus 2012, 08:21 WIB
DPR Segera Godok Calon Kepala Baru BP Migas
Badan Penga­was Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas)
rmol news logo .Kalangan DPR berjanji se­gera memberitahukan nama-na­ma calon Kepala Badan Penga­was Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyusul jaba­tan Raden Priyono yang segera me­masuki masa pensiun pada 7 September 2012.

Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani mengatakan, segera me­lakukan pertemuan dengan pihak BP Migas yang salah satu agenda­nya soal masa akhir jaba­tan Ke­pala BP Migas. “Nanti ka­lau su­dah ada perte­muan, akan kami beritahu. Un­tuk saat ini be­lum bisa,” kata Dewi kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Informasi yang diterima Rakyat Merdeka dari Kementerian ES­DM menyebutkan, pada 7 Sep­tember nanti Priyono akan me­masuki masa pensiun. Bahkan, Surat Keputusan (Skep) dari Ke­menterian Pendayagu­naan Apa­ratur Negara (PAN) di­ka­barkan sudah turun. Sehingga, pos bos BP Migas bisa dijabat orang baru.

Biasanya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik akan mengi­rim bebe­rapa nama untuk dilaku­kan fit and proper test oleh parle­men. Be­be­rapa nama yang di­jago­kan untuk masuk di BP Migas antara lain Satya W Yudha (DPR) dan Jo­hanes Widja­narko yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala BP Migas. Ketika dikon­firmasi, Satya Yu­dha mengaku baru men­dengar dirinya masuk ke bursa calon Ke­pala BP Migas.

Berba­gai ka­la­ngan berharap agar ke­pala baru BP Migas nanti bisa meng­genjot pro­duksi mi­nyak siap jual (lif­ting) yang da­lam be­be­rapa tahun menga­lami pe­nu­runan. Termasuk juga mene­kan angka cost recovery yang ta­hun ini menembus Rp 136 triliun.

Sebelumnya, pemerintah mem­perkirakan realisasi lifting mi­nyak pada tahun ini di bawah target APBNP 2012 sebesar 930 ribu barel per hari (bph). “Reali­sasi lifting minyak men­tah Indo­nesia masih di ba­wah target yang ditetap­kan,” ujar Menteri Ke­uangan Agus Marto­wardojo.

Dia menyebutkan, realisasi lifting minyak pada semester I- 2012, yakni periode Desember 2011 sampai Mei 2012 sebesar rata-rata 877,3 ribu bph. Jumlah tersebut lebih rendah diban­ding­­­kan realisasi tahun lalu sebesar 879 ribu bph. Dengan realisasi lifting mi­nyak semester I tersebut, Agus mem­perkirakan lifting minyak mentah Indonesia hanya men­capai 900 ribu bph hingga akhir tahun. Angka tersebut kem­bali di bawah target APBNP 2012 se­besar 930 ribu bph.

Pihak BP Migas mencatat, se­dikitnya 42 ribu bph minyak hi­lang karena se­jumlah kendala produksi sepan­jang 8 bulan pada 2012. Potensi kehilangan pro­duksi minyak itu paling banyak di­sumbang akibat terjadinya unplanned shutdown.

Deputi Operasi BP Migas Gde Pradnyana mengatakan, selain karena penghentian produksi yang tidak diduga (unplanned shutdown), potensi kehilangan produksi juga akibat masalah la­han dan planned shutdown (yang direncanakan).  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA