.Kalangan DPR berjanji seÂgera memberitahukan nama-naÂma calon Kepala Badan PengaÂwas Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyusul jabaÂtan Raden Priyono yang segera meÂmasuki masa pensiun pada 7 September 2012.
Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani mengatakan, segera meÂlakukan pertemuan dengan pihak BP Migas yang salah satu agendaÂnya soal masa akhir jabaÂtan KeÂpala BP Migas. “Nanti kaÂlau suÂdah ada perteÂmuan, akan kami beritahu. UnÂtuk saat ini beÂlum bisa,†kata Dewi kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Informasi yang diterima Rakyat Merdeka dari Kementerian ESÂDM menyebutkan, pada 7 SepÂtember nanti Priyono akan meÂmasuki masa pensiun. Bahkan, Surat Keputusan (Skep) dari KeÂmenterian PendayaguÂnaan ApaÂratur Negara (PAN) diÂkaÂbarkan sudah turun. Sehingga, pos bos BP Migas bisa dijabat orang baru.
Biasanya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik akan mengiÂrim bebeÂrapa nama untuk dilakuÂkan fit and proper test oleh parleÂmen. BeÂbeÂrapa nama yang diÂjagoÂkan untuk masuk di BP Migas antara lain Satya W Yudha (DPR) dan JoÂhanes WidjaÂnarko yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala BP Migas. Ketika dikonÂfirmasi, Satya YuÂdha mengaku baru menÂdengar dirinya masuk ke bursa calon KeÂpala BP Migas.
BerbaÂgai kaÂlaÂngan berharap agar keÂpala baru BP Migas nanti bisa mengÂgenjot proÂduksi miÂnyak siap jual (lifÂting) yang daÂlam beÂbeÂrapa tahun mengaÂlami peÂnuÂrunan. Termasuk juga meneÂkan angka cost recovery yang taÂhun ini menembus Rp 136 triliun.
Sebelumnya, pemerintah memÂperkirakan realisasi lifting miÂnyak pada tahun ini di bawah target APBNP 2012 sebesar 930 ribu barel per hari (bph). “RealiÂsasi lifting minyak menÂtah IndoÂnesia masih di baÂwah target yang ditetapÂkan,†ujar Menteri KeÂuangan Agus MartoÂwardojo.
Dia menyebutkan, realisasi lifting minyak pada semester I- 2012, yakni periode Desember 2011 sampai Mei 2012 sebesar rata-rata 877,3 ribu bph. Jumlah tersebut lebih rendah dibanÂdingÂÂÂkan realisasi tahun lalu sebesar 879 ribu bph. Dengan realisasi lifting miÂnyak semester I tersebut, Agus memÂperkirakan lifting minyak mentah Indonesia hanya menÂcapai 900 ribu bph hingga akhir tahun. Angka tersebut kemÂbali di bawah target APBNP 2012 seÂbesar 930 ribu bph.
Pihak BP Migas mencatat, seÂdikitnya 42 ribu bph minyak hiÂlang karena seÂjumlah kendala produksi sepanÂjang 8 bulan pada 2012. Potensi kehilangan proÂduksi minyak itu paling banyak diÂsumbang akibat terjadinya unplanned shutdown.
Deputi Operasi BP Migas Gde Pradnyana mengatakan, selain karena penghentian produksi yang tidak diduga (unplanned shutdown), potensi kehilangan produksi juga akibat masalah laÂhan dan planned shutdown (yang direncanakan). [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: