Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta Presiden SBY memangkas belanja subsidi dan mendorong belanja infraÂstruktur untuk meningkatkan kapasitas ekonomi Indonesia.
Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi menilai, pernyataan Presiden daÂlam retreat membaÂhas pengeÂlolaan perekonomian nasional 2013-2014 di Istana Bogor, Jumat (24/8), tidak menÂjeÂlaskan secara detil rencana peÂmerintah mengÂhadapi pengaruh perlambatan ekonomi global paÂda ekonomi Indonesia.
Ia meminta pemerintah memÂpertegas kebijakan tidak popular apa yang siap diambil dengan meÂnuangkan rencana tersebut ke dalam APBN tahun depan.
“Kami pengusaha sudah tidak percaya dengan pernyataan seperti itu. Semua pernyataan di Bogor kemarin hanya normatif kalau tiÂdak terealisasi dalam anggaÂran,†ujarnya di Jakarta, kemarin.
Bos Gemala Group ini menilai, rancangan APBN 2013 yang diÂajukan belum menunÂjukkan keÂseriusan pemerintah untuk memÂbangun infrastruktur guna meÂningkatkan kapasitas pertumÂbuhan ekonomi Indonesia.
Ketidakseriusan tersebut diÂtunÂjukkan dari rencana anggaran beÂlanja subsidi yang masih lebih besar dari anggaran disiapkan untuk belanja infrastruktur.
“SeÂlama belanja subsidi masih lebih besar dari belanja infraÂstruktur, belum ada perbedaan apa-apa. Jangan karena mau peÂmilihan umum pemerintah tunÂda-tunda terus pengurangan beÂlanja subsidi,†sentil Sofjan.
Sebelumnya, Menteri KoordiÂnator Perekonomian Hatta RaÂjasa justru optimistis ekonomi IndoÂneÂsia terus mengalami keÂmajuan pesat, sehingga bisa menjadi terÂkuat nomor 10 di dunia pada 2025.
“Ekonomi Indonesia maju teÂrus. Sekarang saja ekonomi kita termasuk terkuat nomor 15 di duÂnia. Melihat kondisi tersebut pada 2025 bisa menjadi terkuat nomor 10,†kata Hatta, pekan lalu.
Dia menjelaskan, pada 2014 diprediksi kesejahÂteÂraan rakyat akan meningkat dengan pendaÂpatan per kapita mencapai di atas 5.000 dolar AS
Dalam kunjungan kerjanya di Sumatera Selatan, Hatta akan mendukung penuh proÂgram pemÂbangunan yang diÂjalankan di provinsi berpenduduk lebih dari tujuh juta jiwa itu.
“Insya Allah, pada tahun menÂÂdaÂtang kita akan terus meÂningÂkatÂkan pembangunan terutama jalur kereta api ke pelabuhan TanÂjung Api-Api dan jalur kereta api ganÂda (double track) dari KabuÂpaten Lahat, Muara Enim hingga ke Lampung,†jelasnya.
Melalui program-program terÂsebut, lanjutnya, diharapkan bisa mendorong percepatan pembaÂnguÂnan daerah terpencil di seÂkitar kawasan proyek itu dan pada akÂhirnya bisa meningkatÂkan keÂseÂjahteraan masyarakat Sumsel secara umum
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menÂdukung kebijakan tidak popular pemeÂrintah, termasuk pemangÂkasan subsidi, jika dilaÂkuÂkan unÂtuk meÂnyehatkan pereÂkonomian InÂdonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto menduÂga, kebiÂjakan tidak popular yang dimakÂsud Presiden SBY meÂnyangkut masalah pengendalian anggaran subsidi. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: