Menteri Gita Akui Harga Kedelai Sulit Dikendalikan

Semua Harga Komoditas Diharap Stabil Pasca Lebaran

Senin, 27 Agustus 2012, 08:28 WIB
Menteri Gita Akui Harga Kedelai Sulit Dikendalikan
ilustrasi, Kedelai
rmol news logo Kementerian Perdagangan (Kemendag) berjanji akan terus memantau perkembangan harga komoditas baik sebelum maupun pasca Lebaran. Untuk itu, pi­hak­nya akan meningkatkan koor­di­nasi dengan instansi terkait. Seperti Kementerian Pertanian (Kementan).

Menteri Perdagangan (Men­dag) Gita Wir­jawan menuturkan, pasokan ke­butuhan bahan pokok jum­lah­nya meningkat diban­dingkan ta­hun lalu. “Pemerintah berharap da­­pat memenuhi kebu­tuhan ma­sya­rakat pada bulan Ra­madhan hing­ga Le­baran,” ujar­nya di Ja­karta, akhir pekan lalu.

Gita mengatakan, pemerintah menyadari adanya beberapa ba­han kebutuhan pokok di tingkat na­sional yang mengalami ke­nai­kan. Namun demikian, peme­rin­tah akan terus mengupayakan agar kenaikan itu dapat dimi­ni­malisir dengan melakukan pe­mantauan harga dan pasokan se­cara terus menerus agar seluruh pe­mangku kepentingan dan pe­laku usaha dapat turut berperan da­lam stabilisasi harga dan ter­sedianya pasokan yang cukup.

Gita kembali menggaris ba­wahi dua hal penting terkait harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok. Yang pertama, terkait pola kon­sumsi yang berlebihan. “Se­baik­nya kita dapat menjaga pola kon­sumsi yang wajar dengan mengu­rangi konsumsi gula atau beras secara berlebihan. Menjaga pola kon­sumsi ini juga penting untuk ke­sehatan kita semua,” pintanya.

Hal penting kedua, menurut Gita, adanya sistem pertukaran in­for­masi antara masyarakat yang ter­diri dari pedagang dan pembeli serta pemerintah me­nge­nai keter­sediaan bahan po­kok di titik-titik distribusi.

“Masyarakat diharapkan dapat secara aktif memberitahukan ke­pada kami jika terjadi kelangkaan di titik-titik tertentu agar kami da­­pat segera berkoordinasi de­ngan pa­ra pelaku usaha untuk mengisi kekosongan itu,” jelasnya.

Saat penyelengaraan pasar mu­rah di Kemendag lalu, Gita juga men­jamin harga bahan pokok sta­bil hingga Lebaran dan tidak akan berpengaruh signifikan ter­hadap inflasi Agustus. Me­nurut­nya, har­ga sejumlah bahan pokok me­nga­lami trend stabil  seperti mi­nyak goreng yang bertahan di kisa­ran Rp 9 ribu per kilogram (kg), telur ayam ras turun menjadi Rp 13 ribu per kg dan daging ayam broi­ler turun dari Rp 30 ri­bu men­jadi Rp 22 ribu-23 ribu per kg. “Yang  membuat nyaman, har­­­ga relatif stabil justru men­je­lang Lebaran,”  ujar Gita.

Meskipun demikian, lanjut Gi­ta, ada beberapa pengecualian se­perti harga kedelai. Harga ba­han baku tahu dan tempe itu ber­da­sarkan survei Kemendag masih cenderung naik hingga menyen­tuh Rp 9 ribu per kg secara rata-rata nasional. Demikian pula de­ngan harga daging sapi yang ber­tahan di Rp 80 ribu per kg. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA