Infrastruktur Nggak Berkembang, Kemacetan Arus Balik Makin Parah

Kemenhub Siapkan Pengendalian Angkutan

Jumat, 24 Agustus 2012, 08:22 WIB
Infrastruktur Nggak Berkembang, Kemacetan Arus Balik Makin Parah
ilustrasi, macet
rmol news logo Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim telah menyiapkan pengendalian angkutan selama libur Lebaran tahun ini.

“Titik berat wilayah pengen­da­li­an terpadu secara nasional me­li­puti angkutan jalan pada 12 pro­vinsi,” ujar Dirjen Perhu­bungan Da­rat Kemenhub Suroyo Alimoeso.

Suroyo membeberkan, ke 12 pro­­vinsi itu terdiri atas 44 ter­mi­nal, termasuk 33 terminal uta­ma dan bantuan, angkutan kereta api pa­da 9 Daop dan 3 Divre, ang­ku­tan sungai danau penye­be­rangan pada 7 lintasan utama, ang­kutan laut pada 52 pelabuhan dan ang­kutan udara pada 24 bandara.

Menurut Suroyo, pemerintah juga telah membuat prediksi jum­lah penumpang selama masa li­bur Lebaran 2012, antara lain jum­lah penumpang untuk ang­kutan jalan diprediksi naik 1,3 persen.

Selain itu, jumlah penumpang angkutan sungai danau penyebe­rangan diperkirakan naik 4,2 per­sen, jumlah penumpang kereta api diprediksi naik 16,32 persen, jum­lah penumpang angkutan laut di­perkirakan naik 5 persen dan jumlah penumpang angkutan udara diprediksi naik 10 persen.

Sementara jumlah masyarakat yang menggunakan sepeda motor selama masa angkutan Lebaran 2012 meningkat 6,16 persen atau sebanyak 2.514.634 kendaraan, meningkat dari jumlah tahun 2011 sejumlah 2.368.720 kendaraan.

Sedangkan untuk jumlah mobil pribadi diprediksi meningkat 5,6 persen sebesar 1.605.299 kenda­ra­an, meningkat dari jumlah mo­bil pribadi yang mudik tahun 2011 sebesar 1.520.150 kendaraan.

Selain itu, untuk mengan­tisipasi gangguan kelancaran lalu­lintas selama angkutan Le­baran di jalur-jalur arus balik, Kemenhub telah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah dan Kepolisian. “Sudah terbit In­struks­i Menteri Dalam Negeri un­tuk mengatasi pasar tumpah di jalur-jalur sela­ma arus balik ang­kutan Lebaran 2012,” jelasnya.

Meski begitu, Suroyo juga meng­ingatkan agar para pengen­dara mewaspadai banyaknya ma­syarakat yang menyeberang jalan sembarangan di sekitar pasar tumpah serta berdisiplin dan mematuhi rambu-rambu lalulin­tas di jalan maupun perintah petugas di lapangan.

Anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia menilai, pem­ba­ngunan jalur alternatif baru mau­pun berbagai upaya perbaikan infratruktur yang dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan jalur saat arus balik tidak men­jamin kemacetan di jalur tersebut terhindarkan.

“Yang jadi permasalahan, pemudik bertambah tapi infra­struktur tidak banyak berkem­bang. Jalan macet karena kapa­sitas tidak mampu menampung. Akhirnya kemacetan pada saat arus mudik maupun balik tidak terhindarkan,” kritik Yudi.

Ia pun yakin kemacetan di jalur yang akan dilalui saat arus balik tahun ini diperkirakan semakin parah menyusul peningkatan jumlah pengendara yang diper­kirakan 15,99 juta orang atau naik 5,96 persen dari tahun lalu.

Ia mencatat, jumlah penum­pang dari semua jenis moda trans­portasi diperkirakan naik 5,96 persen menjadi 15,99 juta dari realisasi Lebaran tahun lalu yang masih 15,09 juta orang. Jumlah mobil pribadi naik 5,6 persen sebesar (1.605.299 ken­da­raan), meningkat dari jumlah mo­bil pribadi yang mudik tahun 2011 sebesar 1.520.150 kendaraan.

Sedangkan jumlah yang meng­gunakan sepeda motor diper­kirakan naik 16,6 persen (2.514.634 kendaraan), mening­kat dari jumlah tahun 2011 sebanyak 2.368.720 kendaraan.

Menurut Yudi, peningkatan jumlah masyarakat dengan kendaraan pribadi khususnya sepeda motor dipastikan akan menambah kepadatan di ruas-ruas jalan yang menjadi jalur utama arus balik nanti.

Selain itu, peningkatan peng­guna sepeda motor juga dikha­watirkan akan meningkatkan angka kecelakaan lalulintas se­lama libur Lebaran ini. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA