Komisi V DPR mendesak peÂmerintah membersihkan staÂsiun dari calo tiket saat arus balik Lebaran serta menganÂtisiÂpasi lonjakan tarif angkutan yang kadang melewati batas kewajaran.
Anggota Komisi V Saleh HuÂsin mengatakan, pemberÂsihan calo menjadi tantangan paÂling utama bagi KemenÂterian Perhubungan (KemenÂhub) dalam memberikan pelaÂyanan terhadap masyarakat yang ingin kembali sesudah liÂbur Lebaran. Tentunya, keÂberaÂdaan calo ini hanya menÂcari keunÂtungan sesaat bagi paÂra pemÂudik yang tengah suÂsah payah mencari tiket untuk kembali.
“PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus benar-benar memÂbersihkan stasiun, terÂutama Stasiun Gambir dan SeÂnen dari calo yang subur saat libur Lebaran. Ini harus dilaÂkukan untuk menghindari para penumpang dari ulah para calo yang sering menyusahkan dan menyesatkan masyarakat,†ucap anggota Fraksi Partai Hanura ini.
Anggota Komisi V Marwan Jafar mendesak pengusaha angkutan publik seperti bus dan pesawat tidak memÂberÂlakukan harga tiket di luar baÂtas yang telah ditentukan peÂmerintah karena memanÂfaatÂkan momentum libur Lebaran untuk meraup untung besar.
“Pemerintah perlu memÂberiÂkan teguran dan hukuman bagi pengusaha angkutan umum yang semena-mena meÂnaikkan harga tiket,†tegasnya.
Ia pun berharap seluruh transportasi publik, baik darat, laut maupun udara meningÂkatkan pelayanan dan kualitas semua armadanya agar mamÂpu dan maksimal melayani peÂnumÂpang secara aman dan nyaman.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PerhuÂbungan (Kemenhub)
Bambang S Ervan mengaku belum menerima informasi keÂnaikan tarif angkutan yang berÂlebihan. Menurutnya, keÂnaiÂkan harga tiket bus pada saat liburan hal wajar.
“Semua ada range antara batas bawah dan batas atas. SeÂmuanya masih wajar dan maÂsih dalam batas tarif,†ujarnya.
Bambang yakin para peÂngusaha bus tidak mendaÂpatÂkan keuntungan banyak. UnÂtuk itu, pihaknya tidak akan memperÂmasalahkan perihal keÂnaikan tarif angkutan umum, seperti bus. Sebab, biasaÂÂnya saat arus balik pasca LeÂbaran akan terjadi kemaÂcetan, sehingga waktu tempuh jadi lebih lama.
Otomatis bahan bakar pun akan bertambah, penggunaan tarif batas atas itu untuk menutup kenaikan bahan bakar yang dibutuhkan tersebut.
“Itu kebijakan setiap perusaÂhaan, tapi yang perlu dilihat adaÂlah besarannya tadi. JaÂngan samÂpai melebihi batas atas. KaÂlau melebihi, ya nanti ada teÂguran,†ungkap Bambang. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: