Asosiasi Petani Tebu Rakyat InÂdonesia (APTRI) meminta peÂmerintah tidak memperpanjang peÂriode importasi gula mentah (raw sugar) oleh PT Industri Gula NuÂsantara (PT IGN), meskipun samÂpai 31 Juli 2012 baru teÂreaÂliÂsasi 12.600 ton atau 25,2 persen. Hingga kini, PT IGN melalui pabÂrik gula Cepiring yang berada di Kendal, Jawa Tengah menÂdaÂpatkan alokasi izin impor raw suÂgar 50 ribu ton sampai dengan 31 Juli 2012 untuk mengisi idle caÂpacity (kekurangan bahan baku teÂbu) selama musim giling tebu.
Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Nasional APTRI M Nur KhabÂsyin mengatakan, izin imÂpor yang diberikan Ditjen PerÂdaÂgangan Luar Negeri KeÂmenÂterian PerÂdaÂgangan kepada PT IGN untuk impor raw sugar 50 ribu ton deÂngan batas waktu sampai 31 Juli 2012 telah habis.
“Saat ini impor yang sudah maÂsuk baru 12.600 ton. Sehingga maÂsih ada raw sugar yang belum maÂsuk,†ujarnya di Jakarta, keÂmaÂrin. Khabsyin menduga izin imÂpor PT IGN ada indikasi koÂlusi, karena tidak realistis. SeÂbagai perbanÂdiÂngan PT PerkeÂbuÂnan Nusantara (PTPN) IX yang mempunyai 8 pabÂrik gula hanya buÂtuh impor unÂtuk idle capacity 40 ribu ton. PTPN X yang memÂpunyai 11 paÂbrik gula, hanya buÂtuh raw sugar untuk idle capacity 20 ribu ton
“Kami menolak sisa raw sugar yang belum masuk dengan alasan karena batas waktu telah habis. Saat ini puncak musim giling, sehingga stok melimpah untuk mencukupi kebutuhan sehingga kami khawatir mempengaruhi harga gula petani,†tegasnya.
Menurut Khabsyin, PT IGN seharusnya sudah tidak lagi mengÂÂÂgiling raw sugar impor, teÂtapi wajib menggiling tebu dan waÂjib menanam tebu. Ia menilai idle capacity itu adalah kekuÂraÂngan bahan baku tebu, seÂdangÂkan yang utama adalah PT IGN mengÂgiling tebu, sementara giling raw sugar-nya sedikit yaitu maksimal hanya 20 persen dari total kapasitas pabrik.
Sementara yang terjadi di PT IGN justru sebaliknya, yaitu peÂrusahaan tersebut sudah lima taÂhun justru menggiling raw sugar impor, sedangkan tebunya sedikit tidak lebih dari 20 persen. “Ini sangat disayangkan. PT IGN jelas-jelas menghambat program swasembada gula pada 2014. PT IGN hanya mau enaknya menggiÂling raw sugar impor dan tidak meÂnanam tebu apalagi membina petani tebu,†ungkap Khabsyin.
Sementara itu, Dirjen PerÂkeÂbuÂnan Kementerian PerÂtanian Gamal Nasir mengatakan dalam rapat koordinasi terbatas bidang pangan belum lama ini, pemeÂrinÂtah meÂrekomendasikan impor raw sugar 260.000 ton kepada PTPN, PT Rajawali Nusantara Indonesia, dan pabrik gula milik swasÂta. “Rencana impor raw suÂgar ini unÂtuk pengamanan stok guÂla tahun depan. Saat berada di luar musim giling tebu yaitu Januari-Juli 2013. Stok ideal gula kristal putih pada akhir tahun 1,1 juta ton. Dengan adanya izin impor 260.000 ton itu, stok gula pada akhir tahun ini 1,1 juta ton,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: