Petani Tebu Minta Impor Gula IGN Agar Dicabut

Jumat, 17 Agustus 2012, 10:20 WIB
Petani Tebu Minta Impor Gula IGN Agar Dicabut
ilustrasi

rmol news logo Asosiasi Petani Tebu Rakyat In­donesia (APTRI) meminta pe­merintah tidak memperpanjang pe­riode importasi gula mentah (raw sugar) oleh PT Industri Gula Nu­santara (PT IGN), meskipun sam­pai 31 Juli 2012 baru te­rea­li­sasi 12.600 ton atau 25,2 persen. Hingga kini, PT IGN melalui pab­rik gula Cepiring yang berada di Kendal, Jawa Tengah men­da­patkan alokasi izin impor raw su­gar 50 ribu ton sampai dengan 31 Juli 2012 untuk mengisi idle ca­pacity (kekurangan bahan baku te­bu) selama musim giling tebu.

Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Nasional APTRI M Nur Khab­syin mengatakan, izin im­por yang diberikan Ditjen Per­da­gangan Luar Negeri Ke­men­terian Per­da­gangan kepada PT IGN untuk impor raw sugar 50 ribu ton de­ngan batas waktu sampai 31 Juli 2012 telah habis.

“Saat ini impor yang sudah ma­suk baru 12.600 ton. Sehingga ma­sih ada raw sugar yang belum ma­suk,” ujarnya di Jakarta, ke­ma­rin. Khabsyin menduga izin im­por PT IGN ada indikasi ko­lusi, karena tidak realistis. Se­bagai perban­di­ngan PT Perke­bu­nan Nusantara (PTPN) IX yang mempunyai 8 pab­rik gula hanya bu­tuh impor un­tuk idle capacity 40 ribu ton. PTPN X yang mem­punyai 11 pa­brik gula, hanya bu­tuh raw sugar untuk idle capacity 20 ribu ton

 â€œKami menolak sisa raw sugar yang belum masuk dengan alasan karena batas waktu telah habis. Saat ini puncak musim giling, sehingga stok melimpah untuk mencukupi kebutuhan sehingga kami khawatir mempengaruhi harga gula petani,” tegasnya.

Menurut Khabsyin, PT IGN seharusnya sudah tidak lagi meng­­­giling raw sugar impor, te­tapi wajib menggiling tebu dan wa­jib menanam tebu. Ia menilai idle capacity itu adalah keku­ra­ngan bahan baku tebu, se­dang­kan yang utama adalah PT IGN meng­giling tebu, sementara giling raw sugar-nya sedikit yaitu maksimal hanya 20 persen dari total kapasitas pabrik.

 Sementara yang terjadi di PT IGN justru sebaliknya, yaitu pe­rusahaan tersebut sudah lima ta­hun justru menggiling raw sugar impor, sedangkan tebunya sedikit tidak lebih dari 20 persen. “Ini sangat disayangkan. PT IGN jelas-jelas menghambat program swasembada gula pada 2014. PT IGN hanya mau enaknya menggi­ling raw sugar impor dan tidak me­nanam tebu apalagi membina petani tebu,” ungkap Khabsyin.

Sementara itu, Dirjen Per­ke­bu­nan Kementerian Per­tanian Gamal Nasir mengatakan dalam rapat koordinasi terbatas bidang pangan belum lama ini, peme­rin­tah me­rekomendasikan impor raw sugar 260.000 ton kepada PTPN, PT Rajawali Nusantara Indonesia, dan pabrik gula milik swas­ta. “Rencana impor raw su­gar ini un­tuk pengamanan stok gu­la tahun depan. Saat berada di luar musim giling tebu yaitu Januari-Juli 2013. Stok ideal gula kristal putih pada akhir tahun 1,1 juta ton. Dengan adanya izin impor 260.000 ton itu, stok gula pada akhir tahun ini 1,1 juta ton,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA