Perumnas Nggak Mampu Penuhi Kebutuhan MBR

Cuma Kejar Proyek Komersial, Angka Backlog Rumah Terus Naik

Kamis, 09 Agustus 2012, 08:12 WIB
Perumnas Nggak Mampu Penuhi Kebutuhan MBR
Perumnas
rmol news logo Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto diminta untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) alias wong cilik di sejumlah daerah.

Perumnas dianggap belum mampu mengatasi ketersediaan rumah rakyat kecil. Badan Usaha Mililik Negara (BUMN) ini lebih memilih membangun hunian ko­mersial. Kritikan itu dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPR bi­dang Perumahan Muhidin M Said  di Jakarta, kemarin.

“Belum ada prestasi baik bagi Perumnas dalam pemenuhan ke­butuhan rumah buat MBR kare­na BUMN ini hanya mengejar pro­yek komersial saja. Aki­bat­nya, angka backlog rumah terus me­ngalami kenaikan setiap ta­hun,” kritik Muhidin.

Muhidin mengatakan, saat ini angka backlog ada 13,6 juta unit rumah. Tiap tahun angka ini terus naik. “Ke depan perlu ada eva­luasi terhadap kinerja Perum­nas berserta stakeholder lainnya. Ter­masuk regulasi perumahan su­paya backlog ini bisa ditekan dan masyarakat mudah mendapatkan rumah layak huni,” pintanya.

Mengenai adanya pergantian direksi Perumnas pada Oktober nanti, Muhidin mengharapkan direksi baru memiliki inte­gritas di bidang perumahan yang mam­pu memenuhi kebutuhan MBR.

Anggota Komisi V DPR Nasril Bahar mengatakan, Perumnas sa­ngat diharapkan masyarakat mam­­pu memenuhi kebutuhan MBR yang saat ini sangat banyak mem­butuhkan rumah. ”Bu­kan malah mengutamakan pro­yek hu­nian komersial,” cetus Nasril.

Bahkan tak hanya itu, tambah Nasril, banyak proyek Perumnas lebih banyak dimiliki oleh orang-orang berduit daripada orang yang berpenghasilan rendah.

“Sehingga masyarakat ber­penghasilan rendah sulit men­da­patkan rumah karena hampir semua hunian dimiliki oleh orang-orang berduit,” cetusnya.

Politisi PAN ini meng­ha­rap­kan, adanya penyegaran di tu­buh Perumnas. Sehingga ke de­pan, Pe­­rumnas lebih pro ter­ha­dap ke­bu­tuhan MBR dari pada komersial.

Anggota Komisi V DPR Ris­wan Tony sepakat Perumnas di­evaluasi keberadaannya. Selain minimnya lahan, kebijakannya pun masih belum fokus.

“Selama ini peran Perumnas lebih kepada profit oriented, bu­kan lagi pada pemenuhan ke­bu­tuhan MBR. Saya kira penye­ga­ran di tubuh BUMN ini perlu di­lakukan segera agar masyarakat bisa men­da­pat­kan hunian yang layak dan ter­jangkau,” tegasnya.

Direktur Utama Perumnas Hi­ma­wan Arif mengemukakan, ki­nerja keuangan Perumnas sela­ma ini terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pertum­buhan pen­jualan rata-rata 40 persen per ta­hun, sedangkan pe­r­tumbuhan laba 50 persen per tahun. Tahun ini, pihaknya me­nar­getkan pem­bangunan rumah murah sebanyak 36.000 unit.

“Untuk mencapai target ini, Perumnas melakukan sinergi de­ngan Pemerintah Daerah (Pem­da) me­lalui pemanfaatan lahan di be­berapa kota di Indonesia,” jelas Himawan.

Selain itu, pihaknya berk­o­mit­men mengembangkan rumah su­sun di perkotaan dan pengem­ba­ngan kota baru Maja/Parung Pan­jang. Investor asal China, Metta­lurgical Corporation of China, siap menggarap program rumah rakyat mulai 2012.

Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson me­nam­bahkan, masalah lahan ma­sih menjadi kendala Perumnas dalam pemenuhan kebutuhan rumah buat MBR. Untuk itu, pihaknya akan me­mak­simalkan kerja sama dengan Pem­da dalam hal keterse­diaan tanah.

“Kami butuh support dari se­mua pihak yang berke­pen­tingan dalam pemenuhan peru­mahan bagi MBR. Apalagi jika Pemda benar-benar menyediakan tanah, maka akan ber­pe­ngaruh juga pa­da harga jual sehingga memper­mudah ma­syarakat dalam mem­beli rumah,” terang Teddy.

Ke depan, kata Teddy, Perum­nas berjanji akan lebih proaktif menjalin kerja sama dan me­rang­kul semua pi­hak, agar ke­butuhan rumah buat MBR bisa tercapai. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA