Ironis, Papua yang merupakan daerah kaya bahan tambang, malah menjadi terbelakang. Pasalnya, harga semen di daerah tersebut mencapai Rp 1 juta per sak. Gile bener...!
Kepala Biro Humas PT Semen Gresik Harry Subagio mengaku, kondisi harga semen tersebut di Papua. Menurutnya, harga seÂmen di daerah pegunungan PaÂpua bisa mencapai Rp 1 juta per sak. KonÂdisi itu jauh di atas harga semen di Pulau Jawa yang hanya sekitar Rp 55 ribu per sak.
“Waktu saya survei harga seÂmen di Papua berapa per sak terÂnyata Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu. Kalau di pegunungan bisa samÂpai Rp 1 juta lebih karena transÂportasi mahal,†ungkapnya.
Guna meminimalkan harga seÂmen dan memenuhi kebutuhan seÂmen di Papua, Semen Gresik saat ini sedang membangun paÂking plant atau pabrik pengeÂpakan semen.
“Sampai sekarang di sana suÂdah didirikan packing plant untuk peÂngepakan semen yang dikirim dari pabrik Tonasa atau Semen Gresik. Itu dikaji dulu mana yang lebih dekat,†ujarnya.
Packing Plant Semen Gresik yang sedang dibangun di daerah Sorong, Papua, direncaÂnakan mampu memenuhi kebuÂtuhan semen di Papua.
Semen Gresik juga menyaÂtakan siap membangun pabrik seÂmen di Wamena, Papua, bahkan meÂngaku telah aktif menÂcari titik lokasi pabrik baru tersebut.
“Di Semen Gresik ada deparÂteÂmen yang mencari lahan raw maÂterial (bahan baku). Di Jawa, di Kalimantan itu dikaji juga terÂmaÂsuk di Papua. Kalau sudah meÂmeÂnuhi persyaratan, pemÂbanguÂnan pabrik tinggal dilaÂkuÂkan,†kata Harry.
Ketua Asosiasi Semen IndoÂnesia (ASI) Urip Trimuryono meÂÂngataÂkan, tingginya harga semen di PaÂpua sangat ironis. Mengingat, PaÂpua merupakan wilayah yang meÂmiliki seguÂdang kekayaan alam.
“Tingginya harga semen di PaÂpua karena biaya pengiriman yang tinggi. Pembangunan pabÂrik semen di Papua tidak akan meÂngurangi disparitas harga di Jawa dan Indonesia Timur. Ya paling bisa mengurangi dispariÂtas harga 20 persen,†kata Urip.
Dia menegaskan, harga semen di Papua akan tetap tinggi apabila tidak ada perbaikan kondisi inÂfrastruktur di wilayah itu. Jadi sebelum membangun pabrik, yang harus dilakukan adalah memÂperbaiki fasilitas infraÂstrukÂtur. Meski begitu, dia juga menÂdukung rencana pembangunan pabrik semen di kawasan Papua.
Anggota Komisi VI DPR IsÂkandar Syaichu mengatakan, tingÂginya harga semen di Papua hingga mencapai Rp 1 juta per sak sudah seharusnya dibenahi. Paling tidak diminimalisir, peÂmerintah melalui kementerian terÂÂkait harus segera mengambil tindakan serius.
“Saya mendukung rencana MenÂteri BUMN (Dahlan Isakan) yang meminta PT Semen Gresik untuk investasi membangun pabrik di Papua,†kata politisi dari PKB itu.
Menurut dia, pembangunan pabrik semen di Papua merupaÂkan salah satu langkah dalam meningkatkan pembaÂngunan di Negeri Cendrawasih itu. Terlebih, percepatan pemÂbangunan di PaÂpua sudah diatur dalam InÂstrukÂsi Presiden No.5 Tahun 2007.
Di samping itu, pemerintah juÂga harus komitmen mendorong percepatan pembangunan di proÂvinsi paling timur Indonesia ini. Pembangunan infrastruktur untuk menerobos isolasi fisik. Selain itu, wilayah ini juga harus dibeÂbaskan dari kemiskinan akses.
Menteri BUMN Dahlan Iskan memang melihat prospek pemÂbangunan pabrik semen di WaÂmena, Papua. Dia pun meminta PT Semen Gresik membangun pabrik di sana.
Dahlan menilai, pembangunan pabrik semen di Wamena sangat tepat karena terdapat banyak sumÂÂber pegunungan kapur seÂbagai bahan baku utama pemÂbuatan semen. Tetapi, dalam pemÂÂbangunannya masih diperluÂkan pengkajian lagi terhadap ketersediaan tanah lempung seÂbagai bahan campuran semen.
“Saya sudah menghubungi pihak Semen Gresik untuk melaÂkukan pembangunan pabrik seÂmen di sini (Wamena). Paling lambat pembangunannya akhir tahun ini,†ucap Dahlan.
Guna menindaklanjuti hal terÂsebut, Dahlan mengajak Bupati daerah Pegunungan Jayawijaya untuk berpartisipasi menemukan sumber tanah lempung. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: