.Sekretaris Asosiasi PedaÂgang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengaku pedagang tidak punya kekuatan untuk meÂmainkan harga. MenuÂrut dia, seÂmua jalur tata niaga diÂkuasai oleh pihak-pihak yang punya modal dan jaringan.
“Bayangkan ada seorang petani mau menjual proÂduknya ke pasar, langsung di tengah jalan dicegat. Di borong semua produknya, lalu barang tersebut dijual lagi ke paÂsar. Pasti harganya akan dinaikÂkan,†cetusÂnya di Jakarta, kemarin.
Namun, dia mengakui, para peÂdagang sering jadi sasaran temÂbak maupun korban sidak, karena merekalah yang sering bersentuÂhan dengan konsumen. “Ketika harga naik, pedagang yang diÂmarah-marahin. Tapi mereka punya kekuatan apa nah kiosnya aja ukuran 2x1 meter,†timpal dia.
Ditanya solusi untuk mengenÂdalikan harga, dia menyarankan agar pemerintah kembali “mengÂhidupkan†Badan Urusan LogisÂtik (Bulog). Sebab, di era pemeÂrintah Soeharto, Bulog sangat efektif ikut mengendalikan pasar. Tengkulak tidak bisa berkutik. “TentuÂnya dengan syarat, kalau (Bulog) dihidupkan lagi, jangan ada praktik-praktik korupsi seperti masa lalu,†sarannya.
Sementara Wakil Ketua KoÂmisi IV DPR Firman Subagyo mengÂuÂsulkan fungsi Perum BuÂlog dikuatkan kembali karena peranan BUMN itu sebagai penÂjamin ketersediaan pangan masih lemah dan lebih senang mengÂimpor daripada menyelamatkan petani.
Sesuai dalam draf Rancangan Undang-Undang tentang PeruÂbahan atas Undang-Undang NoÂmor 7 Tahun 1996, menurut FirÂman, Bulog harus lebih diÂberdaÂyakan. “Di dalam undang-undang yang lama, peranannya tidak speÂsifik dan terlalu umum,†ujarnya.
Politisi Beringin ini juga meÂnegaskan, fungsi Bulog harus diÂperbaiki sebagai lembaga indeÂpenden dan bertanggung jawab pada ketahanan pangan. Ia meÂnilai saat ini peran Bulog lebih mengarah pada bisnis. Bahkan, saat ini telah terjadi kerancuan terÂkait dengan harga patokan peÂmerintah (HPP) karena Bulog tidak mengetahui pasti berapa HPP beras. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: