Alasan ini diungkap Dahlan lantaran sampai saat ini PerÂtamina belum memiliki metode yang pas untuk membatasi peÂmakaian BBM, baik yang preÂmium maupun pertamax di SPBU sekitar kawasan elit.
“Usulan ini mengacu pada kebijakan Pertamina saja, tidak perlu keputusan Presiden. Saya meminta pertamina untuk tidak menÂjual BBM bersubsidi (preÂmium) di kawasan elit,†kata Dahlan di Jakarta, kemarin.
Dia menyebut usulan ini buÂkan kebijakan dadakan. UnÂtuk merealisasikan keÂbijaÂkan ini, bos Jawa Pos Group ini meÂnyemÂpatkan diri mampir ke kantor PertaÂmina sebelum mengÂhadiri seminar. “Ketika sampai di sana, direkÂsi Pertamina sedang rapat, terus saya masuk saja ke ruÂangan, ikut rapat. Kemudian saÂya sampaikan uneg-uneg saya di sana,†ujarnya.
Jika keputusan ini benar-benar terlaksana, maka SPBU milik Pertamina di kawasan elit seperti di Pondok Indah, PerÂmata Hijau, Rasuna Said KuÂningan dan daerah-daerah elit lainnya tidak akan lagi menjual premium. Sementara MaÂsyaÂrakat yang ingin memÂbeli Premium bisa membelinya di SPBU di kawasan pinggiran.
“Maksudnya, premium itu nanti akan ditujukan untuk masyarakat di kelas ekonomi menengah ke bawah atau yang masih layak disubsidi. Soal waktu keputusannya, masih menunggu kesiapan Pertamina. Yang penting saya sudah ngomong,†tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: