RMOL. Pencapaian penanaman moÂdal asing (PMA) sebesar Rp 51,5 triliun pada kuartal I-2012 meruÂpakan jumlah yang paling besar sepanjang sejarah.
“Ya angka FDI (foreign direct investment/PMA) ini merupakan yang paling besar sepanjang sejaÂrah untuk periode kuartalan seÂperti ini,†ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di JaÂkarta, kemarin.
Kendati begitu, Gita mengimÂbau agar gerak Indonesia terus diwaspadai. Angka FDI tetap harus dipertahankan. Pasalnya keaÂdaan pereÂkonomian global maÂsih belum stabil hingga saat ini, khususnya di Eropa dan di AmeÂrika Serikat (AS).
“Kita jangan terlalu senang dulu. Masih ada sesuatu di luar sana yang dapat berimbas pada Indonesia nantinya,†paparnya.
Sedangkan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam NeÂgeri (PMDN) selama periode triwulan I-2012 sebesar Rp 19,7, sehingga total realisasi inÂvesÂtasi proyek peÂnanaman moÂdal triÂwulan I-2012 sebesar Rp 71,2 triliun. Apabila diÂbanÂdingkan dengan periode yang sama terÂjadi peningkatan sebesar 32,8 persen.
Dari sebaran investasi berÂdaÂsarÂkan wilayah pada periode Januari-Maret 2012, porsi luar Jawa semakin besar. Realisasi inÂvestasi di luar Pulau Jawa adaÂlah sebesar Rp 33,6 triliun atau 47,2 persen dari total realisasi invesÂtasi sebesar Rp 9,9 triliun atau terÂdapat peningkatan sebeÂsar 41,8 persen.
Gita yang juga menjabat MenÂteri Perdagangan itu mengataÂkan, upaya peÂningkatan pemeraÂtaan investasi ke seluruh wilayah meÂlalui berÂbagai kebijakan memÂperÂlihatkan hasil yang cukup mengÂgemÂbiraÂkan. Hal ini terlihat dari realisasi Pulau Jawa hampir menÂdekati separuh dari total realisasi invesÂtasi pada periode ini.
“Kami yakin dengan perceÂpaÂtan pembangunan infrastruktur terÂmasuk penyediaan gas dan listrik akan terjadi peningkatan dan penyebaran investasi yang lebih besar dimasa yang akan datang,†ujarnya kepada wartaÂwan di Kantor BKPM, kemarin.
Anggota Komisi VI DPR SuÂkur Nababan meminta peÂmeÂrintah jangan terlalu geer (perÂcaya diri) dengan kenaikan invesÂtasi tersebut.
Dikatakan, jika kenaikan inÂvestasi tersebut mampu meÂningÂkatÂkan lapangan kerja serta mengÂurangi kemiskinan, maka hal itu patut diapresiasi. “Untuk itu, kita akan meminta data riil inÂvestasi asing ke ekoÂnomi naÂsiÂonal,†tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: