Perombakan Direksi Pertamina Untuk Redam Gejolak Politik

Jumat, 20 April 2012, 08:37 WIB
Perombakan Direksi Pertamina Untuk Redam Gejolak Politik
Dahlan Iskan

RMOL. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero) melalui Surat Keputusan Nomor SK-186/MBU/2012 tentang Pem­berhentian dan Pengangkatan Direksi Perusahaan Persoran (Persero) PT Pertamina.

Kelima direksi baru itu ada­lah Chrisna Damayanto se­bagai Direktur Pengolahan meng­gantikan Edi Setianto, Hanung Budya Yuktyanta sebagai Di­rektur Pemasaran dan Niaga meng­gantikan Djaelani Suto­mo, dan Evita Maryanti Tagor se­bagai Direktur Sumber Daya Ma­nusia (SDM) menggantikan Rukmi Hadi Hartini.

Selanjutnya, Luhur Budi Djat­miko sebagai Direktur Umum menggantikan Waluyo dan Hari Karyuliarto sebagai Direktur Gas. Jabatan direktur gas merupakan posisi baru.

Dahlan juga menepis kabar miring soal pergantian direksi Pertamina yang dinilai diam-diam dan mendadak.   

Menurutnya, proses pergan­tian direksi Pertamina sudah ber­langsung selama dua bulan. Ta­pi proses penggantian direksi pe­rusahaan minyak pelat merah itu lebih singkat dari kebiasaan sebelumnya.

Menurut Dahlan, biasanya per­gantian direksi BUMN me­ma­kan waktu enam bulan dan melalui suasana yang heboh. “Kalau direksi BUMN kela­maan heboh, tidak akan kerja,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha menilai, lang­kah cepat pergantian direksi Per­tamina itu untuk mengu­rangi tarik menarik kepentingan politik. “Pertamina itu kan sering­kali diintervensi, jika pergantian direksi dilakukan cepat, maka gejolak politik bisa diredam,” jelasnya.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini menyatakan, direksi lama yang diganti di Pertamina juga memang sudah 5 tahun menja­bat sehingga sudah harus di­ganti. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA