Pemerintah Takut Pasar Produk Halal Dicaplok Negeri Jiran

Gelar Indonesia Halal Business dan Food Expo Ketiga Kalinya

Kamis, 19 April 2012, 08:14 WIB
Pemerintah Takut Pasar Produk Halal Dicaplok Negeri Jiran
ilustrasi/ist
RMOL.Kendati merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar, tetapi Indonesia masih di bawah Malaysia dalam me­man­faatkan produk halal lokal mau­pun dunia.  Akibatnya, In­do­nesia menjadi pasar potensial bagi produk halal dari Malaysia, Thailand, Cina yang saat ini mem­banjiri supermarket serta pasar tradisional dalam negeri.

Untuk meningkatkan kesa­daran Muslim Indonesia akan pro­duk halal, maka pemerintah meng­gelar Indonesia Halal Bu­siness dan Food Expo (3rd IHBF Expo), yang akan digelar pada 20-23 Juli mendatang. Pameran ini merupakan yang ketiga kali­nya digelar di Jakarta.

Ketua Presidium Ikatan Cen­di­kia­wan Muslim Indonesia (ICMI) Nanat Fatah Natsir me­ngatakan, konsumsi produk syariah tidak saja kewajiban Muslim, tapi juga menjamin kehidupan lebih baik.

“Kesadaran masyarakat Mus­lim akan mempercepat Indo­nesia menjadi tuan rumah bagi produk halal dan bisnis syariah dalam ne­geri, serta menjadi pemasok ke­butuhan produk halal dunia yang terus mengalami peningkatan,” ujarnya di Kantor Kementerian Aga­ma, Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, berbagai produk halal dan perusahaan ber­basis syariah di dunia, seperti Malaysia sering melakukan pro­mosi produknya di Indonesia. Sa­yangnya, selama ini Indonesia ha­nya menjadi pasar produk asing, sehingga secara tak sadar konsumen Indonesia meng­hidupi pekerja di Negeri Jiran ini. Hal ini akan berlangsung terus  bila pem­bangunan kesadaran masyarakat dan peningkatan potensi pelaku usaha lokal tidak diupayakan se­cara serius.

Sementara itu, Ketua penye­lenggara 3rd IHBF Expo Rifda Amarinda menu­tur­kan, acara tersebut akan diikuti pe­laku pro­duk makanan, minum­an, bumbu, herbal, obat-obatan, pro­duk kemasan, asuransi sya­riah, perbankan syariah, toilet, kos­metika, busana, tas, sepatu dan fur­nitur. “Ada juga dari kon­sultan produk halal, kon­sultasi kasa keuangan syariah dan lainnya,” imbuhnya.

Data  2011 menunjukkan, po­pulasi umat Muslim dunia sudah mencapai 1,7 miliar jiwa, dimana tingkat konsumsi produk halal transaksi sudah mencapai Rp 125,5 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA