RMOL. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menandatangani nota keÂsepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Bandara Auckland. MoU itu berisi komitmen Garuda menÂjadikan bandara tersebut seÂbagai tujuan pertama penerÂbangan ke Selandia Baru.
“Garuda yakin penanÂdaÂtaÂnganan MoU ini merupakan keÂsempatan baik meningkatkan dan memperluas jaringan ke SeÂlandia Baru dan kota-kota di Asia serta Eropa melalui Jakarta dan Bali,†kata Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, kemarin.
Penandatanganan MoU terÂsebut dilakukan oleh Emirsyah Satar dengan Kepala Bandara Auckland Joan Withers diÂsakÂsikan Perdana Menteri Selandia Baru John Key, Menteri PerÂdaÂgangan Gita Wirjawan dan Menteri Perdagangan Selandia Baru Tim Groser.
“MoU ini kami tentukan karena Bandara Auckland di Selandia Baru termasuk banÂdara dengan traffic yang tinggi. Kami mengambil momen saat perÂdana menteri Selandia Baru daÂtang ke Jakarta,†tambah Emir.
Menurut dia, peÂnanÂdaÂtaÂngaÂnan nota kesepahaman itu memÂbantu Garuda dalam peÂmasaran untuk masuk ke pasar Selandia Baru.
“Komitmen mereka sangat penuh, masalah saat ini adalah pesawat, pesawat kami saat ini masih kurang jadi harus meÂnamÂbah pesawat, tapi kami belum menentukan tanggalÂnya,†jelas Dirut Garuda terlama ini.
Emir juga memastikan pada 2013 Garuda akan memakai satu pesawat Airbus A330 untuk penerbangan Indonesia-AuckÂland dengan frekuensi satu kali penerbangan untuk satu hari.
Untuk diketahui, maskapai penerbangan Selandia Baru Air New Zealand telah dijadwalkan memulai penerbangan terbatas dua kali seminggu ke Bali pada Juni 2012.
General Manager AeroÂnauÂtical Commercial Bandara AuckÂland Glenn Wedlock meÂngaÂtakan, MoU tersebut merupakan bentuk rencana awal peÂngeÂmÂbangan investasi dan jaringan Bandara Auckland.
“Dengan pembukaan penerÂbangan Air New Zealand untuk rute Auckland-Denpasar, akan ada pengembangan pasar dan minat pariwisata Indonesia dan Selandia Baru,†kata Wedlock.
Sebelumnya, Garuda IndoÂneÂsia juga bekerja sama dengan BanÂdara Auckland membuat acara Taste New Zealand di Jakarta dan Bali untuk mengeÂnalkan produk SeÂlandia Baru seperti anggur dan keju kepada proÂfesional kuliner dan penguÂsaha ekspor Indonesia pada 2011. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.