Konsumen mempersoalkan masalah konsumsi bahan bakar kenÂdaraan hatchback Nissan March yang boros sehingga kasus ini sampai ke pengadilan. PasalÂnya, belum ada titik terang baik dari pihak pelapor maupun Nissan sendiri.
Ludmilla Arif, misalnya, seÂorang konÂsumen yang menuntut pihak NisÂsan untuk mengganti rugi kepada dirinya sampai kini belum bisa dipenuhi pihak Nissan tanpa alasan yang jelas. Padahal, berdasarkan puÂtusan Badan PenÂyeÂlesaian SengÂketa Konsumen (BPSK) menyÂaÂtaÂkan, pihak NisÂsan berjanji akan mengganti rugi, deÂngan meÂwaÂjibkan Nissan memÂbeli kembali produknya.
“Untuk itu, kami kecewa kaÂrena Nissan March tak sesuai janjinya yang irit bahan bakar,†jelas Ludmilla yang dikutip dari Rakyat Merdeka Online, di JaÂkarta, Jumat (6/4).
David M.L Tobing, kuasa huÂkum Ludmilla mengatakan, Nissan sebagai sebuah produsen mobil diduga melakukan keboÂhongan dengan mencantumkan sesuatu yang tidak pasti di iklan mereka.
Sebelumnya, memang kedua beÂlah pihak baik Ludmilla mauÂpun Nissan telah dimediasi oleh BPSK, dan sepakat membeli kemÂbali mobil Ludmilla di atas harga pasaran mobil bekas tapi di bawah harga mobil baru, yakni Rp 150 juta dari harga baru seÂnilai Rp 159,8 juta.
Nissan telah melakuÂkan pengeÂtesan terhadap mobil March milik LudÂmilla. Pengujian terakhir yang dilakukan Nissan terhadap mobil Ludmilla dilakukan dengan meÂngiÂsi bahan bakar Shell, dan diÂawali dari SPBU Shell di CiÂputat pada jam 11.05 WIB menuju jalan tol Ciputat lewat Tol Lingkar Luar hingga ke RoÂrotan dan kembali lagi ke SPBU Shell di Ciputat paÂda pukul 12.38 WIB.
Total jarak pengetesan itu menÂcapai 80 km dan waktu temÂpuh satu jam 33 menit. Rata-rata keÂceÂpatan mobil ketika dites adalah 51,60 km/jam. Dari pengetesan itu, total bahan bakar yang diguÂnaÂkan sebanyak 3,19 liter. Sangat jauh dari keluhan Ludmilla yang berÂada di angka 8-12 km/liter.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Sales dan Marketing NMI Teddy Irawan enggan berÂkoÂmentar. Ia menyerahkan kasus tersebut kepada pengacara yang telah ditunjuk NMI.
Kuasa Hukum Nissan HinÂca IP Pandjaitan menjelasÂkan, iklan yang dilakukan Nissan itu benar, perfect, dan jujur. BerÂdaÂsarÂkan penjelasan ahli, iklan terÂseÂbut ada sumbernya, yaitu media Autobild. Dan bila setahun kemuÂdian, ada perubahan itu tidak masaÂlah. Pasalnya, ada pengujian lagi.
“Sengketa ini bermula dari iklan. Iklan yang dimaksud itu berasal dari pemÂberitaan yang terdÂapat di tiga webÂsite (Detikoto.com, KomÂpas.com dan InvestorÂdaily.com). TaÂpi, yang disampaikan website itu bukan iklan melainkan produk jurnaÂlistik,†ucap Hinca.
Pengamat otomotif Suhari SarÂgo menambahkan, memang perlu diÂlampirkan bukti-bukti yang menÂjelaskan saat pengujian atas Nissan March berlangsung. MeÂnuÂrut dia, pengujian yang diÂlaÂkuÂkan majalah Mobil Motor meruÂpakan pengujian yang valid karena dinilai para ahlinya dan meruÂpakan pihak netral. “Data-data fakta atas pengujian Nissan March itu kan bisa menjadi bukti yang mampu menjelaskan apaÂkah baÂgiÂan dari keseluruhan Nissan March telah teruji atau tidak,†ucap Suhari kepada Rakyat MerÂdeka.
Untuk itu, perbandingan data pemakaian sangat diperlukan, asal dilakukan pihak yang tidak berÂkeÂpÂÂentingan, seperti ahli. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: