Menurut Dirjen Perhubungan Darat (Hubda) Kemenhub Suroyo Alimoeso, dengan ditundanya kenaikan harga BBM otomatis subsidi transportasi juga ditunda.
“Tapi dana Rp 5 triliun itu tidak akan dikemana-manakan. Dana tersebut akan disimpan terlebih dulu sebelum adanya kenaikan BBM bersubsidi,†katanya keÂpada Rakyat Merdeka, kemarin.
Meski begitu, Kemenhub akan terus berupaya membantu angÂkutan umum. Yang paling penting bagaimana melakukan pereÂmajaan angkutan.
Suroyo berpendapat, pereÂmajaan dan pembangunan inÂfrastruktur baru bisa dilakukan jika ada kenaikan BBM subsidi.
“Kalau tidak ada kenaikan, subsidi itu mandek. Tetapi pereÂmajaan itu akan kita coba dengan cara lain. Kita akan berkoordinasi dengan Kemenkeu untuk memÂperbaiki angkutan umum pasca ditundanya kenaikan BBM,†jelasnya.
Dia mencontohkan peÂngemÂbaÂngan infrastruktur pelabuhan peÂnyeberangan Merak-BaÂkauÂheni yang akan terus dilakukan. DianÂtaranya pembangunan DerÂmaga VI yang sudah masuk proÂses fiÂnalisasi. Proyek ini meruÂpakan saÂlah satu cara untuk mengÂanÂtiÂsiÂpasi perÂtumbuhan arus penumpang.
Pengamat transportasi dari UniÂversitas Trisakti Yayat SuÂpriatna menilai, pemerintah terÂlambat membangun infrastruktur transÂportasi. Begitu juga dengan pemÂbenÂtukan sistem transportasi angÂkutan massal sebagai salah satu kunci pengurangan subsidi BBM.
“Pemerintah harusnya sudah sejak awal mengambil ancang-ancang mengurangi subsidi yang diikuti perbaikan,†kata yayat.
Menurutnya, pemerintah harus segera melakukan efisiensi angÂgaran secara besar-besaran. KhuÂsusnya pada anggaran yang diÂanggap tidak mendorong kinerja prestasi dalam layanan publik.
Untuk itu, dia menyarankan pemerintah sigap menanggapi pembangunan dan peremajaan transportasi meski risiko poÂlitiknya sangat besar.
“Pembangunan sarana dan prasarana transportasi telat lanÂtaran tidak ada niat dari peÂmeÂrintah. Masa subsidi transportasi ngucur nunggu kenaikan BBM subsidi,†sindirnya.
Anggota Komisi V DPR Saleh Husein mengingatkan peÂmeÂrinÂtah terkait keterlambatan pemÂbaÂngunan infrastruktur transportasi akibat penundaan subsidi transÂportasi. Dia mendesak perbaikan dan pembangunan infrastruktur transportasi seperti yang dijanÂjiÂkan kepada DPR terus dilakukan.
“Pemerintah harus tetap meÂlaÂkukan pembangunan infÂraÂstrukÂtur sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa terus berjalan dengan baik,†kata Saleh.
Terkait subsidi transportasi yang tertunda, Saleh mengÂangÂgap itu merupakan kompensasi keÂnaikan harga BBM bersubsidi yang lebih banyak ditujukan keÂpada penambahan dana public serÂvice obligation (PSO) dan insentif bagi angkutan umum. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: