RMOL. Australia akan memamerÂkan kelebihannya dalam sektor pertambangan. Mereka akan meÂlakukannya di Indonesia daÂlam sebuah pameran pertambaÂngan Australia Ozmine 2012. Hal itu juga sebagai upaya negeri kangÂguÂru ini mempererat kerja sama pertambangan deÂngan IndoÂnesia.
Acara yang rencananya digelar pada 17-18 April 2012 di Hotel Shangri-La Jakarta ini, secara resmi akan dibuka Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik bersama Duta Besar Australia untuk IndoÂnesia Greg Moriarty. Pameran itu merupakan pameran pertamÂbangan terbesar dari sebelumnya
Moriarty mengatakan, lebih dari 100 organisasi Australia terÂkait dengan pertambangan akan ambil bagian dalam OzÂmine 2012. Menurutnya, peruÂsahaan-perusaÂhaan itu mempeÂkerjakan sekitar sejuta warga Indonesia yang berÂkarya di inÂdustri perÂtamÂbangan Indonesia.
“Mereka memberikan sumÂbangÂsih yang besar pada masyaÂrakat setempat melalui pelatihan, alih teknologi, program penÂdiÂdikan khusus dan program dan prakarsa tanggung jawab sosial perusahaan yang signifikan,†ujar Moriarty dalam jumpa pers di Jakarta Rabu sore (11/4).
Selain memamerkan kepakaÂran dan kemajuan industri perÂtambangannya, melalui pameÂran tersebut pemerintah AustraÂlia juga berjanji akan melakuÂkan inÂvestasi jangka panjang di IndoÂnesia.
“Ini akan menjadi suatu keÂsempatan baik bagi Australia untuk meningkatkan investasi dalam bidang pertambangan di Indonesia dan saling berbagi pengalaman dan keahlian dalam bidang ini,†jelas Moriarty.
Dalam pameran pertambangan Ozmine 2012 kali ini juga ingin mengedepankan bagaimana AusÂtraÂlia dan Indonesia dapat bekerja sama membangun dan mengemÂbangkan konsep Green Mining Exploration.
“Yang dimaksud dengan Green Mining Exploration, yaitu inÂdusÂtri pertambangan harus diÂkemÂbangkan dan dikelola secara terÂbuka, penuh tanggung jawab dan melibatkan semua pihak lokal dalam pengelolaan dan pengaÂwasannya,†ujar sang Dubes.
Menurutnya, ada sekitar 120 proyek pertambangan Australia baik kecil maupun besar di wilaÂyah Indonesia. Proyek itu termaÂsuk kemitraan maupun eksplorasi langsung.
“Hal tersebut yang menjadi alaÂsan kuat mengapa Australia ingin melakukan kerja sama lebih lanjut dan mendalam dengan Indonesia baik dalam hal berbagi pengetahuan, ilmu dan teknologi untuk semakin mengembangkan industri pertambangan yang lebih kontinyu atau sustainable,†tuturnya Moriarty
Sektor pertambangan bagi peÂrekonomian Australia merupakan salah satu sektor yang vital. InÂdusÂÂtri pertambangan Australia ini menyumbang pendapatan negara sekitar 9 perÂsen. Menurut MoÂriarty, pertambangan meruÂpakan andalan ekonomi baik bagi AusÂtralia maupun Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: