Hal itu disampaikan Ketua KoÂmite Daging Sapi DKI Jakarta SarÂman Simanjorang. Dia meÂneÂgaskan dukungan pengusaha terÂhadap swasembada daging yang diusung pemerintah. Namun, kenyataannya stok daging di laÂpaÂngan, khususnya di sentra proÂduksi Jawa Timur tidak ada.
Menurut Sarmab, swasembada daging meÂmerÂlukan persiapan secara maÂtang dan bertahap. TiÂdak bisa seÂcara mendadak meÂmangkas kuota impor dari 110 ribu ton menjadi 34 ribu ton.
“Kami sangat menyayangkan KeÂmentan tidak responsif terÂhaÂdap kelangkaan daging. SwaÂsemÂbada daging yang ditargetÂkan biÂsa terpenuhi pada 2014 terÂlalu diÂpaksakan. Pada kenyataÂanÂnya, stok di sentra produksi tidak ada,†curhat Sarman.
Menurutnya, swasembada haÂrus dilakukan secara bertahap deÂngan dimulai keberhasilan swaÂsembada pada satu provinsi. PeÂmerintah saat ini mengklaim meÂmiliki stok 14,8 juta sapi namun tidak jelas keberadaÂanÂnya.
Langkanya stok daging sapi meÂngakibatkan harga daging meÂlambung tinggi, bahkan sudah mencapai Rp 80 ribu per kiloÂgram (kg). Pihaknya khaÂwatir dampak itu akan sangat meÂmukul usaha keÂcil menengah (UKM) seperti tuÂkang bakso.
“Ke depannya, kita minta KeÂmentan cukup mengolah proÂduksi saja dan tidak menentukan kuota impor. Selama ini, KeÂmentan meÂngolah dari hulu ke hiÂlir tapi meÂreka tidak tahu kondisi laÂpangan,†kritik Ketua Dewan PeÂnguÂrus PuÂsat Himpunan PenguÂsaÂha PriÂbumi Indonesia (Hippi) itu.
Wakil Ketua Komite Daging Sapi DKI Jakarta Ahmad Hadi meÂnuturkan, program swasemÂbaÂda daging telah gagal dua kali, yakÂni tahun 2005 dan 2009. DiÂa meragukan swasembada daÂging 2014 bisa tercapai pasca peÂmangkasan kuota impor daÂging, pengaturan daging semester I justru diberikan alokasi lebih beÂsar daripada semester II. Hal ini menunjukkan tidak pahamnya pemerintah terhadap kebutuhan daging masyarakat yang akan meÂningkat saat puasa, Lebaran, Natal dan Tahun Baru yang terÂdapat pada semester II.
“Hal ini tidak bisa dibiarkan. Kita khawatir, jika puasa dan LeÂbaran nanti terjadi kelangkaan paÂsokan daging, harganya bisa lebih tinggi lagi. Kita sudah suÂrati MenÂko Perekonomian dua mingÂgu lalu, namun belum ada jawaÂban,†beber Hadi.
Menaggapi investasi daging sapi dari Australia, Sekretaris KoÂmite Daging Sapi DKI Jakarta Afan Anugroho menyambut baik. Namun, hal itu merupakan solusi jangka panjang. Saat ini, kelangÂkaan daging sudah sangat menÂdesak. Investasi dari Australia diÂnilai baru akan berjalan dalam waktu 5-10 tahun ke depan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: