Kemarin pagi, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu KrisÂnamurthi langsung melaÂkuÂkan inspeksi ke Pasar Induk BeÂras Cipinang dan Pasar KlenÂder SS di Jakarta Timur untuk meÂngecek langsung kondisi harÂga bahan pokok.
Dalam kunjungannya, Bayu haÂrus rela becek-becekan kaÂrena jaÂlan yang dilewati basah dan terendam bekas huÂjan. Dalam sidaknya itu, Bayu diÂdampingi sejumlah pejabat terÂkait di kementerian yang diÂpimÂpin Gita Wirjawan tersebut.
Dalam kesempatan itu, bekas Wakil Menteri Pertanian ini menÂdapatkan penjelaskan soal konÂdisi harga beras dari Direktur UtaÂma PT Food Station TjipiÂnang JaÂya SyamÂsul Hilataha. Bayu pun tiÂdak seÂgan meÂnaÂnyaÂkan harga dan konÂdisi paÂsoÂkan beras kepada beÂbeÂrapa peÂdagang yang ditemuinya.
Berdasarkan hasil sidaknya diketahui harga beras tidak meÂngalami banyak perubahan. HarÂga beras kualitas medium seÂperti IR 64 bervariasi antara Rp 6.750 per kilogram sampai Rp 8.300 per kilogram tergantung kualitas.
Sementara harga beras kualitas premium bervariasi antara Rp 7.400 per kilogram sampai Rp 10.700 per kilogram sesuai kuaÂlitas. Namun, untuk harga gula pasir dan minyak goreng mengaÂlami kenaikan.
Surbakti, seorang pedagang di Pasar Klender mengatakan, harga gula pasir yang sebelumÂnya Rp 12.000 per kilogram naik menjadi Rp 12.500 per kiloÂgram. Sedang harga minyak goreng curah naik dari Rp 11.300 per kilogram menjadi Rp 11.500 per kilogram.
Bayu menilai, isu kenaikan harga BBM tidak begitu berÂpeÂngaÂruh kepada kenaikan harga baÂÂhan pokok di pasar, hal itu diseÂbabÂkan pasokan yang relatif staÂbil. Namun, terkait kenaikan harÂga gula pasir disebabkan stok yang menurun karena belum meÂmaÂsuki musim giling.
Direktur Utama PT Food StaÂtion Tjipinang Jaya Syamsul HiÂlataÂha mengatakan, harga beras tidak terlalu banyak terpengaruh isu kenaikan harga BBM.
“Kami juga hati-hati menaikÂkan harga, tidak berani menaikÂkan banyak karena kami juga haÂrus bersaing dengan pedagang lain. Kalau nggak bisa, kehiÂlangan pembeli,†katanya.
Di tempat terpisah, Menteri PerÂÂÂtaÂnian Suswono mengklaim harÂÂÂÂga-harga kebutuhan pokok suÂÂdah cenÂderung stabil. “Harga, cek laÂÂÂpangan dong, tetap. ReÂlatif staÂÂbil nggak banyak peruÂbahan,†katanya.
Harga bahan pokok tersebut saÂlah satunya yakni harga daÂging sapi. “Kalau untuk saya baÂrang-baÂÂrang bahan pokok reÂlatif stabil, daÂÂging relatif masih stabil juga,†jelasnya.
Hati-hati Bikin Kebijakan
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa meminta pemerintah meÂngurangi keputusan kontraproÂdukÂtif seperti wacana kenaikan BBM subsidi.
Menurut dia, kebijakan mengeÂnai energi tersebut menyangkut langÂsung kehidupan masyarakat. BPK berharap dalam mengambil keputusan kebijakan tersebut lebih berhati-hati. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: