PLN Pasok 70 MW Listrik Buat Operasional Bosowa

Jumat, 23 Maret 2012, 09:01 WIB
PLN Pasok 70 MW Listrik Buat Operasional Bosowa
ilustrasi

RMOL. PT PLN (Persero) siap me­ma­sok listrik sebesar 70 Mega Watt (MW) untuk memenuhi ke­bu­tuhan energi operasional smel­ter industri nikel milik PT Bo­sowa Metal Industri (BMI) di Kabupaten Jeneponto, Su­lawesi Selatan.

Perjanjian jual beli ini ditanda tangani Direktur Utama PLN Nur Pamudji dengan Dirut PT BMI Munafri Arifuddin disak­si­kan Presiden Direktur Bosowa Group Erwin Aksa di Kantor PLN Pusat, kemarin.

Menurut Pamudji, BMI akan dila­yani sebagai pelanggan pre­mium dengan layanan khusus. Se­bagai pelanggan premium, pe­kerjaan konstruksi penyam­bungan akan mendapat prioritas dan kebutuhan listrik untuk ope­rasional smelter industri nikel ini akan dilayani dengan laya­nan khusus yang menjamin kualitas keandalan pasokan.

PLN terlebih dahulu akan me­­lakukan kajian menyeluruh ter­kait pemakaian listrik terkini pada sistem kelistrikan Sula­wesi Selatan dan Sulawesi Ba­rat, sifat beban smelter yang spe­­sifik dan hal-hal teknis lainnya.

Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN Mur­taqi Syamsuddin mengungkap­kan, PLN sanggup memenuhi pa­sokan listrik sebesar 70 MW untuk kebutuhan smelter nikel milik PT BMI yang akan di­realisasikan pada 2014.

“Dalam hitung-hitungan PLN, pasokan listrik pada sis­tem ke­listrikan Sulawesi Se­latan pada 2014 nanti akan mem­peroleh tambahan pasokan lebih 500 MW yang berasal dari be­berapa pembangkit baru yang akan segera beroperasi, seperti PLTU Barru, PLTU Poso, PLTU Jeneponto dan PLTU Seng­kang.” Kata Murtaqi.

Presiden Direktur PT Bo­sowa Group Erwin Aksa me­nyatakan, pembangunan smelter industri nikel ini merupakan komitmen dari Bosowa untuk memberikan nilai tambah bagi barang-barang hasil tambang dan ini sejalan dengan kebijakan yang telah digariskan pemerintah.

“Pengoperasian smelter nikel menyedot listrik yang sangat besar. Untuk itu, dengan ada­nya kepastian dan kesang­gu­pan dari PLN untuk memenuhi pa­sokan listrik yang dibutuhkan bagi pe­ngoperasian ini, maka se­makin memperkuat keper­ca­yaan kami untuk secepatnya da­pat me­nye­lesaikan pemba­ngu­nan smelter ini,“ kata Erwin.

Smelter industri nikel PT BMI dibangun di atas lahan seluas 50 hektar dan diper­kirakan akan mampu mempro­duksi 10.000 ton nikel per ta­hun­nya dan 5000 ton ferronikel per tahunnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA