Stok Garam Dalam Negeri 234 Ribu Ton

Jumat, 23 Maret 2012, 08:55 WIB
Stok Garam Dalam Negeri 234 Ribu Ton
ilustrasi, petani garam

RMOL. Menteri Kelautan dan Per­ika­nan Sharif Cicip Sutardjo me­nya­takan stok garam dalam negeri masih cukup melimpah.

“Dari hasil awal ditemukan stok garam di masyarakat dan pe­ngum­pul sekitar 234 ribu ton, khu­sus­nya di tujuh sentra garam yang men­­jadi dasar menentukan ke­butuhan garam nasional,” kata Cicip.

Menurutnya, selama dua pekan terakhir telah dilakukan verifikasi stok garam oleh Tim Swasem­ba­da Garam Nasional yang dikoor­di­nasikan Kementerian Koor­di­nator Perekonomian dengan me­libatkan Kementerian Per­indus­trian, Kementerian Perdagangan, Ke­menterian Kelautan dan Perikanan, Bappenas, Bako­sur­tanal serta BPS.

 Hasil verifikasi tersebut ter­ungkap pada pertengahan bulan­nya Maret Pulau Garam (Ma­dura) masih memiliki stok garam yang cukup melimpah dari hasil panen tahun lalu. Saat ini stok yang di­miliki para petani garam di Ma­dura sebesar 234 ribu ton.

Atas dasar itulah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi penyerapan 234 ribu ton garam, setelah tim ter­padu lintas kementerian mela­kukan verifikasi data jumlah stok garam yang terdapat di petambak. Upaya memfasilitasi tersebut dimaksudkan agar garam dapat dibeli perusahaan produsen.

Beberapa perusahaan swasta membeli garam sisa produksi petani garam rakyat pada 2011 di tiga provinsi, sebagaimana yang diharapkan KKP. Sebanyak 30 ribu ton garam di Kabupaten Sumenep dan 8 ribu ton garam juga akan dibeli dari para petam­bak di Kabupaten Sampang. Se­dangkan15 ribu ton akan dibeli dari Kabupaten Pamekasan.

Keseriusan KKP memacu pro­duksi garam dibuktikan dengan pro­gram Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) yang dilaksanakan di 40 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Total lahan garam di 40 ka­bupaten/kota tersebut 19.822 hektar, sedangkan luas lahan un­tuk pemanfaatan Pugar sebesar 9.116,57 hektar. Melalui program Pugar, KKP menargetkan mampu meningkatkan produktivitas ga­ram petani dari 50 ton menjadi 80 ton per hektar.

Dalam hal ini, KKP menar­getkan produksi garam konsumsi 2012 mencapai 1,3 juta ton garam rakyat melalui dukungan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Non BLM sebesar Rp 107,6 miliar di atas lahan seluas 16.500 hektar yang melibatkan 29.000 petambak garam yang tergabung dalam 3.035 kelompok usaha.

Jika produksi ini tercapai, diharapkan garam ini menjadi bahan baku garam konsumsi ta­hun 2013, sehingga tahun depan tidak perlu lagi impor garam konsumsi.

Sebelum program Pugar di­mulai tahun 2011, harga garam di petambak berkisar Rp 150-300 per kilogram. Sementara pada pe­kan lalu, hasil observasi lapangan Tim Swasembada Garam Na­sional menunjukkan harga me­ning­kat menjadi Rp 450-700 per kilogram.

Pada 2011, anggaran Pugar diperun­tukkan bagi pengem­­bangan 40 kabupaten/kota de­ngan sembilan sentra usaha ga­ram. Sembilan sentra garam itu ada­lah Kabupaten Cirebon dan Indra­ma­yu (Jawa Barat), Rem­bang dan Pati (Jawa Tengah), Tuban, Pa­mekasan, Sampang, dan Sumenep (Jawa Timur), serta Kabupaten Nagekeo (NTT).  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA