Evy optimistis target tersebut tercapai, karena setelah penjualan naik saat Lebaran biasanya bulan berikutnya turun lagi dengan proÂsentase yang sama. “September lalu penjualan kami naik 20-25 perÂsen, tapi Oktober turunnya kurang dari itu,’’ tambahnya.
Oke Shop yang saat ini meÂmiliki 800-an
outlet, secara
year on year (YoY) penjualannya naik rata-rata 18-20 persen per toko. Nokia masih menyumbangkan pendapatan 50 persen, disusul BlackÂBerry (BB) 20 persen. SisaÂnya merk lain seÂperti Sony Ericsson dan i-Phone.
Melihat pasar seluler yang maÂsih berkembang pesat, Evy opÂtimistis tahun depan penjualan mereka akan naik dari tarÂget tahun ini Rp 1,3 triliun. SebaÂgai antisiÂpasi, Oke Shop saat ini terus meÂmatangkan diversifikasi ke bisnis multimedia dengan meÂnyiapkan toko-tokonya menjadi
one-stop service, yang menggaÂbungÂkan konsep
multibrand, multiÂoperator dan
lifestyle store.
“Mulai 1 Desember nanti di Oke Shop akan ditambahkan Oke Sure, layanan asuransi HP di luar keruÂsakan yang digaransi pabriÂkan. Misalnya HP yang rusak kaÂrena jatuh, kena air, terbakar dan sebaÂgainya,’’ jelasnya.
[RM]
BERITA TERKAIT: