Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandung Mohamad Ali Nurdin. (Foto: Istimewa)
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandung Mohamad Ali Nurdin. (Foto: Istimewa)
"Terbitnya KUHP dan KUHAP baru telah melahirkan pergeseran paradigma hukum, dari yang tadinya cenderung beraroma balas dendam (revenge) menjadi keadilan restoratif (restorative justice)," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandung Mohamad Ali Nurdin dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa 15 September 2026.
Selain itu, KUHP baru memberi alternatif hukuman, khususnya bagi tindak pidana ringan, dalam bentuk kerja sosial dan pengawasan. Juga membuka ruang mediasi bagi tindak pidana tertentu.
Populer
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Minggu, 13 September 2026 | 17:39
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
UPDATE
Selasa, 15 September 2026 | 20:26
Selasa, 15 September 2026 | 20:24
Selasa, 15 September 2026 | 20:11
Selasa, 15 September 2026 | 20:06
Selasa, 15 September 2026 | 20:06
Selasa, 15 September 2026 | 19:58
Selasa, 15 September 2026 | 19:37
Selasa, 15 September 2026 | 19:28
Selasa, 15 September 2026 | 19:17
Selasa, 15 September 2026 | 19:01