Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)
Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menyisakan tanda tanya besar. Bukan tanpa sebab, Purbaya dicopot hanya berselang empat hari setelah merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira meyakini pencopotan Purbaya tidak terlepas dari sejumlah polemik di internal Kemenkeu, mulai dari perombakan besar-besaran pejabat, kebijakan restitusi pajak, hingga rencana setoran dividen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebesar Rp120 triliun.
"Jadi persoalan reshuffle Purbaya ini dimulai dari koordinasi internal yang masalah gitu ya, antara Dirjen Bea Cukai dan Dirjen Pajak terutama soal pergantian eselon dua," kata Bhima kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Senin, 14 September 2026.
Purbaya sebelumnya merombak ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis, 10 September 2026. Perombakan mencakup sejumlah unit strategis, mulai dari jajaran direktorat jenderal hingga Badan Layanan Umum (BLU), termasuk jajaran direksi Special Mission Vehicle (SMV).
Berdasarkan sumber
RMOL, perombakan pejabat internal Kemenkeu sempat mendapat penolakan dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama serta Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. Keduanya juga menolak hadir dalam agenda pelantikan pejabat hasil perombakan tersebut.
Selain polemik rotasi pejabat, Bhima menyebut kebijakan penahanan restitusi pajak juga menjadi salah satu sumber perbedaan pandangan antara Purbaya dan jajaran Direktorat Jenderal Pajak.
"Kemudian restitusi pajak yang ditahan itu buat banyak pelaku usaha nggak happy karena awalnya restitusi pajak itu ditahan untuk dicek di sektor sumber daya alam tapi ternyata di semua sektor. Jadi antara Bimo dengan Purbaya beda pendapat," jelas Bhima.
Persoalan lainnya menyangkut rencana setoran dividen Danantara ke kas negara sebesar Rp120 triliun. Rencana tersebut disebut belum mendapat persetujuan dari pihak Danantara.
"Selain itu juga ada persoalan dividen Rp120 triliunnya Danantara BUMN yang di sektor Kementerian Keuangan itu juga dapat protes keras dari Danantara," sambungnya.
Purbaya sebelumnya mencopot ratusan pejabat pada Kamis, 10 September 2026. Rotasi mutasi, promosi, hingga pengisian jabatan merupakan bagian dari upaya membuat organisasi Kemenkeu lebih dinamis.
"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi atau perubahan tempat bekerja, tetapi merupakan bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja semakin baik," kata Purbaya beberapa waktu lalu.
Empat hari setelah perombakan besar-besaran tersebut, Presiden Prabowo mencopot Purbaya dari kursi Menteri Keuangan. Posisi tersebut kemudian diisi Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan selama sekitar tujuh tahun.