Berita

Pengurus DPP APKARINDO periode 2026-2031. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pengukuhan Pengurus DPP

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 23:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Karet Indonesia (DPP APKARINDO) periode 2026-2031 resmi dikukuhkan di Auditorium Kementerian Pertanian pada Senin, 14 September 2026. 

Mengusung semangat “Petani Karet Rakyat Bangkit”, APKARINDO menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi petani, meningkatkan produktivitas perkebunan, memperluas kemitraan strategis, serta mendorong hilirisasi karet agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur seperti perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Transmigrasi, Polri serta sejumlah pimpinan asosiasi, dunia usaha, industri perkaretan nasional, mitra strategis dan perwakilan APKARINDO di beberapa daerah seperti Aceh, Palembang, Lampung, Kalimantan, Riau, Jambi, Garut, Tasik dan beberapa daerah lainnya.


Ketua Umum DPP APKARINDO, Irfan Ahmad Fauzi, M.Hum, mengatakan pelantikan dan pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari gerakan besar untuk membangkitkan kembali sektor perkaretan rakyat.

“Momentum hari ini bukan hanya sebuah seremoni organisasi. Hari ini merupakan awal dari sebuah amanah besar. Amanah untuk membangkitkan kembali kejayaan perkebunan karet rakyat Indonesia,” ujar Irfan. 

Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia. Namun, perkebunan karet nasional masih didominasi oleh perkebunan rakyat dengan jutaan keluarga petani yang menggantungkan kehidupannya pada komoditas tersebut.

“Kita harus bekerja bersama. Kita harus memperkuat organisasi. Kita harus hadir di tengah petani. Kita harus menjadi jembatan antara petani, pemerintah, industri, dan pasar,” tegas Irfan.

Dalam acara tersebut, APKARINDO juga membacakan Deklarasi Menuju Kemandirian Petani, Produktivitas Nasional, dan Ketahanan Energi Nasional.

APKARINDO juga menegaskan pentingnya transformasi sektor karet dari hulu hingga hilir. Karet tidak boleh berhenti hanya sebagai bahan mentah, tetapi harus mampu menghasilkan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan dan berbagai produk manufaktur.

“Kita percaya bahwa kebangkitan karet rakyat bukan hanya tentang meningkatkan produksi. Tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah. Karet tidak boleh berhenti sebagai bahan mentah. Kita harus mendorong transformasi karet dari hulu sampai hilir,” ucap Irfan.

Selain pengukuhan pengurus, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan SK DPP APKARINDO, Deklarasi Kebangkitan Karet, sambutan dan arahan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, keynote speech Wakil Menteri Transmigrasi, penandatanganan MoU atau kerja sama strategis, serta Dialog Nasional Perkaretan.

“Mari kita jadikan periode kepengurusan ini sebagai periode kebangkitan karet rakyat Indonesia. Petani Karet Rakyat Bangkit. Produksi Karet Nasional Meningkat. Industri Karet Indonesia Semakin Kuat,” pungkas Irfan. 

Dengan semangat persatuan dan gotong royong, APKARINDO menyatakan siap menjadi mitra strategis bangsa dalam membangun industri karet Indonesia yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. Petani Karet Sejahtera, Industri Berjaya, Negara Berdaulat!


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya