Berita

Ilustrasi (Istimewa)

Bisnis

Gen Z Rela Antre Kuliner Viral, DPR Sindir Program UMKM Masih Bergaya Lama

SABTU, 18 JULI 2026 | 12:00 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Fenomena Generasi Z rela mengantre panjang demi membeli kuliner viral dinilai bukan sekadar tren media sosial. 

Kondisi tersebut justru menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang belum sepenuhnya direspons dalam kebijakan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti, pola konsumsi generasi muda saat ini telah bergeser sehingga pendekatan pemerintah dalam membina UMKM juga harus ikut beradaptasi.


"Banyak meme di media sosial yang menunjukkan ketika Gen Z diberikan pilihan, mereka rela mengantre panjang demi kuliner viral. Ini bukan sekadar lelucon, tetapi indikator adanya pergeseran ekonomi makro," ujar Nila dalam keterangannya, Sabtu, 18 Juli 2026. 

Politikus PDI Perjuangan itu menilai Gen Z kini menjadi salah satu penopang konsumsi nasional karena lebih mengutamakan pengalaman (experience) dan interaksi sosial dalam setiap keputusan berbelanja. Karena itu, program pengembangan UMKM tidak lagi cukup mengandalkan pola pembinaan konvensional.

Nila menyoroti serapan program UMKM dan kewirausahaan yang baru mencapai 51,64 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa pola pembinaan yang selama ini dijalankan perlu dievaluasi.

"Kementerian harus mulai menggeser pelatihan-pelatihan formal yang bergaya lama menjadi fasilitasi inkubasi bisnis kuliner, fesyen, dan industri kreatif yang relevan dengan minat Gen Z hari ini," katanya.

Ia juga mendorong pemerintah memanfaatkan ekosistem digital yang telah menjadi ruang aktivitas generasi muda. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya membangun aplikasi sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan platform digital yang sudah memiliki basis pengguna besar.

Karena itu, Nila meminta Deputi Kewirausahaan dan LLP-KUKM memperkuat sinergi dengan komunitas digital agar program pembinaan UMKM lebih mudah diakses dan mampu menjawab dinamika pasar.

"Perubahan perilaku belanja Gen Z dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan UMKM ke depan. Dengan demikian, program pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mampu menjawab dinamika pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya