Berita

Sekretaris Jenderal Sahabat Presisi, Rendy Kurniawan. (Foto: Dokumentasi Sahabat Presisi)

Politik

Survei Litbang Kompas

Polri Banjir Dukungan Usai Raih Tingkat Kepercayaan Publik 82,4 Persen

SELASA, 30 JUNI 2026 | 22:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Hasil survei dari Litbang Kompas teranyar menunjukan peningkatan tren positif kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. 

Temuan tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal Sahabat Presisi, Rendy Kurniawan yang menilai upaya perbaikan internal di institusi kepolisian cukup berhasil.

Kepercayaan masyarakat terhadap polri mencapai 82,4 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas di yang dilaksanakan pada 9-18 April tahun 2026 melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei tahun 2025 yang berada di level 76,2 persen. 


Rendy mengatakan hasil survei tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat mulai menunjukan rasa kepercayaan yang terus tumbuh terhadap kinerja kepolisian dalam upaya penegakan hukum, pengayom dan pelayan masyarakat.

"hasil survei ini, membuktikan masyarakat mulai bertumbuh rasa kepercayaan nya terhadap kinerja kepolisian. Tentu kinerja dibidang penegakan hukum, pengayom dan pelayan masyarakat," ujar Rendy Kurniawan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Sebagai praktisi hukum, ia menekankan hasil survei berbasis ilmiah ini menjadi energi positif bagi seluruh jajaran personel Polri. Terutama menunjukan kualitas profesionalisme, melayani dengan humanis, menjaga kamtibmas serta tidak alergi kritik dan masukan oleh publik.

Lanjut Rendy, capaian tersebut semoga tetap terjaga oleh Polri di tengah situasi era digitalisasi akses keterbukaan media sosial. Dukungan masyarakat salah satu kunci Polri menunjukan penegakan hukum dan kamtibmas yang efektif hingga memberikan kepastian hukum yang dapat menumbuhkan perekonomian.

"Semoga capaian ini, bisa tetap terjaga oleh Polri. Kita tahu situasi ini era digitalisasi akses keterbukaan semakin mudah dilakukan oleh publik. Sudah seharusnya menjadikan institusi ini semakin profesional dalam penegakan hukum dan kamtibas dapat terlaksana dengan baik, hingga memberikan kepastian hukum yang dapat menumbuhkan perekonomian" tandasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya