Berita

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat. (Foto: Istimewa)

Politik

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

RABU, 10 JUNI 2026 | 17:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kelas menengah dinilai menjadi kelompok yang paling terdampak oleh lonjakan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang terjadi secara bersamaan.

Baru-baru ini, BI secara mendadak menaikkan suku bunga menjadi 5,50 persen, kenaikan ini menjadi yang kedua dalam kurun waktu satu bulan. Tidak lama setelah itu, harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. 

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai tekanan ganda tersebut semakin mempersempit ruang gerak keuangan rumah tangga kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi nasional.


"Mereka bukan kelompok miskin yang otomatis masuk daftar perlindungan sosial. Mereka berada di tengah, tampak stabil dari luar, tetapi rapuh dari dalam," kata Achmad kepada RMOL pada Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, kenaikan dua instrumen tersebut akan berdampak langsung bagi kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama cicilan rumah dan ongkos yang harus dibayar.

"Bagi kelas menengah, kebijakan itu berdampak pada cicilan rumah yang makin mahal, cicilan kendaraan yang makin berat, biaya antar jemput anak yang naik, ongkos bekerja yang membengkak, dan tabungan yang makin cepat terkuras," kata Achmad.

Achmad menyoroti posisi kelas menengah yang kerap menjadi penyangga berbagai kebijakan ekonomi, di mana saat pemerintah perlu menjaga stabilitas rupiah, suku bunga dinaikkan. Ketika harga energi disesuaikan, pengguna BBM nonsubsidi yang mayoritas berasal dari kelompok kelas menengah juga harus menanggung konsekuensinya.

"Tapi ketika bantuan sosial dibagikan, mereka sering dianggap terlalu mampu untuk dibantu. Tetapi ketika pajak, bunga kredit, tarif, dan harga energi naik, mereka selalu dianggap cukup kuat untuk menanggungnya," kata Achmad.

Ia mengingatkan bahwa kelas menengah memiliki peran penting dalam perekonomian nasional sebagai pembayar pajak, pengguna kredit perbankan, pembeli rumah, hingga penggerak konsumsi domestik.

Namun demikian, jumlah kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir terus menyusut. Berdasarkan data BPS, jumlah kelas menengah turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada 2024.

"Ini bukan penurunan kecil. Ini adalah alarm sosial ekonomi," kata Achmad.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya