Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Bisnis

Surplus Telur Melimpah, Pemerintah Tingkatkan Serapan untuk MBG

RABU, 10 JUNI 2026 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah mengambil langkah cepat untuk menahan tekanan yang dialami peternak ayam petelur akibat anjloknya harga telur di tingkat produsen. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bahkan langsung mengumpulkan perwakilan peternak dari berbagai daerah guna merumuskan solusi jangka pendek dan menengah.

Amran mengakui harga telur saat ini mengalami tekanan akibat kelebihan pasokan di pasar. Kondisi tersebut membuat harga di tingkat peternak turun hingga berada di bawah level yang menguntungkan.


Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan. Salah satunya dengan memperkuat penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Amran mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati, yang menyatakan kesiapan meningkatkan penggunaan telur dalam program tersebut.

"Penyaluran telur untuk Program MBG akan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam sepekan," ujar Amran di Jakarta, dikutip Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kelebihan pasokan di pasar sekaligus menjaga harga telur tetap berada pada level yang menguntungkan peternak.

Selain memperluas penyerapan telur, pemerintah juga terus menjaga biaya produksi peternak melalui penyaluran jagung pakan dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum Bulog.

Amran menegaskan pemerintah tidak ingin peternak mengalami kerugian, mengingat sektor peternakan ayam petelur selama ini berhasil memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan menciptakan surplus untuk ekspor.

Langkah pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari peternak. Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, menilai peningkatan serapan telur melalui Program MBG akan sangat membantu mengurangi kelebihan stok yang saat ini membebani pasar.

"Ini sangat membantu peternak karena penyerapan telur meningkat. Sebelumnya hanya satu kali dalam sepekan, kini menjadi tiga kali," katanya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya