Berita

Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Foto: VOI)

Politik

Zulhas dan Budi Santoso Tidak Kompeten Urus Pangan, Lebih Baik Out dari Kabinet

RABU, 10 JUNI 2026 | 05:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Harga kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng yang melambung tinggi di tengah produksi yang meningkat menjadi pertanyaan besar banyak kalangan.

Terkait itu, Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai kinerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso gagal total dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

“Saya pikir keduanya (Zulhas dan Budi Santoso) tidak kompeten ngurus bidang pangan. Padahal kita ini sedang melangkah ke swasembada pangan. Dan memang saya lihat Zulhas dan Budi ini tak pantas memegang jabatan ini. Mereka tak pernah berpihak pada rakyat seperti Presiden Prabowo yang peduli dan cinta rakyat kecil,” kata Jerry dalam kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.


Lanjut dia, produksi beras nasional telah menembus rekor 34,77 juta ton pada akhir 2025. Jumlah tersebut dianggap surplus dan berhasil menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di atas 3,2 juta

“Nah harusnya HET (Harga Eceran Tertinggi) turun kan. Tapi kok masih ada yang menjual di atas Rp75 ribu per 5 Kg. Dan juga anehnya (malah) akan ekspor ke Malaysia dengan harga Rp10 ribu,” ungkap Jerry.

Dengan begitu, ia mengendus masih ada permainan kotor yang terjadi dalam tata kelola pangan di Indonesia. Terutama yang menjadi tupoksi Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Perdagangan.

“Pada intinya percuma jika swasembada pangan tapi harga beras masih mahal, jangan-jangan ada permainan kotor. Jadi mereka berdua (Zulhas dan Budi Santoso) harus out dari kabinet atau (lebih baik) dipecat, karena sudah jelas ini kegagalan,” pungkas Jerry.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya