Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekanroputri bergandengan tangan di Istana Negara, Senin, 1 Juni 2026. (Foto: YouTube Setpres)

Politik

Kehangatan Prabowo dan Megawati Harus Dicontoh Semua Elite Politik

SENIN, 01 JUNI 2026 | 17:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Momen kehangatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Istana Negara, Senin, 1 Juni 2026, dinilai menjadi contoh positif yang patut diteladani seluruh elite politik Indonesia.

Direktur Eksekutif LPI, Ujang Komaruddin, mengatakan kebersamaan dan keakraban antartokoh bangsa penting untuk menjaga persatuan serta memperkuat kohesi nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.

"Ya, memang keakraban, kehangatan, kebersamaan, menjalin persatuan, menjaga kekokohan, itu harus dilakukan oleh semua elit-elit politik, termasuk senior-senior tokoh bangsa," kata Ujang kepada RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.


Menurutnya, publik menyaksikan sikap positif yang ditunjukkan Prabowo dan Megawati yang dapat menjadi teladan bagi elite politik lainnya maupun masyarakat luas.

"Dan kita menyaksikan sesuatu yang positif, sesuatu yang baik dari Prabowo dan Megawati, yang bisa menjadi contoh bagi, katakanlah, elit politik lain, termasuk anak-anak bangsa yang lain," ujarnya.

Ujang menilai para tokoh senior bangsa perlu terus menunjukkan sikap persahabatan, kesantunan, dan kehangatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Karena bagaimanapun kita ini masyarakat yang beragama, yang religius, lalu kita juga bangsa timur, punya keadaban yang tinggi," tuturnya.

Lebih lanjut, Ujang menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan harus terus dirawat, terutama di tengah ketidakpastian situasi global yang dipengaruhi konflik geopolitik dan tekanan ekonomi dunia.

"Sejatinya, ya, kita harus selalu menjaga, katakanlah, kehangatan, kesatuan, dan persatuan bangsa," jelas Ujang.

Ia menambahkan, sikap yang ditunjukkan Prabowo dan Megawati memberikan pesan penting bahwa bangsa Indonesia membutuhkan ketenangan dan kebersamaan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

"Saya melihat apa yang dilakukan oleh kedua tokoh senior tersebut menjadi contoh yang baik bagi kita semua. Bahwa di tengah situasi global yang tidak menentu, banyaknya perang di banyak negara. Kondisi ekonomi dunia juga tidak jelas, maka kita perlu ketenangan, perlu ketenduhan, perlu kebersamaan, harus dijalin oleh kita semua, termasuk oleh tokoh-tokoh bangsa," pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya