Berita

Ilustrasi Blok Rokan. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Kejar Gap Produksi Kilang, Pertamina Agresif Bidik Lapangan Luar Negeri

JUMAT, 22 MEI 2026 | 16:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kesenjangan antara kapasitas pengolahan kilang dan produksi minyak mentah (crude) domestik masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Pertamina pun putar otak dengan mengencangkan strategi operasional di dalam dan luar negeri.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, membeberkan data riil kondisi hulu-hilir migas tanah air saat ini.

"Saat ini kapasitas pengolahan kilang Pertamina sudah mencapai sekitar 1 juta barel per hari. Namun, produksi minyak mentah domestik kita masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari," ungkap Oki dalam ajang IPA Convex ke-50 di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.


Untuk memperkecil gap (jarak) yang lebar tersebut, Oki menegaskan Pertamina terus menggenjot berbagai inisiatif hulu di dalam negeri. Bersamaan dengan itu, portofolio gas bumi terus diperkuat.

Tak cukup bermain di kandang, Pertamina juga bergerak agresif mengembangkan portofolio internasional secara selefktif. Investasi luar negeri dibidik demi mengejar nilai ekonomi sekaligus mengamankan pasokan energi untuk kebutuhan dalam negeri.

Guna memuluskan langkah tersebut dan menekan risiko bisnis, Pertamina memanfaatkan kekuatannya sebagai perusahaan energi terintegrasi dari hulu ke hilir dengan menggandeng mitra global.

“Kolaborasi dengan sesama NOC maupun International Oil Company membantu menurunkan risiko, memperkuat disiplin investasi, serta mempercepat pengembangan berbagai peluang bisnis,” jelas Oki.

Dalam peta investasi global, Oki menilai kawasan Asia Tenggara (ASEAN) saat ini menjadi wilayah paling seksi dan magnet utama bagi investasi energi dunia.

Pasalnya, ASEAN memiliki basis pasar yang sangat gemuk, kondisi politik-keamanan yang relatif stabil, serta pertumbuhan permintaan energi yang sangat kuat. Bahkan, sekitar 50 persen pertumbuhan permintaan energi global berasal dari kawasan ini.

"Dukungan regulator dan para pemangku kepentingan di ASEAN juga menjadi faktor penting dalam menjaga derasnya arus investasi ke kawasan ini," pungkas Oki.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya