Berita

Ilustrasi Drama Korea Perfect Crown (Sumber:IMDb)

Hiburan

Drama Korea Perfect Crown Ramai Dikritik, Apa Salahnya?

RABU, 20 MEI 2026 | 19:41 WIB | OLEH: TIFANI

Episode terbaru drama Korea Perfect Crown menjadi perbincangan di kalangan netizen Negeri Ginseng. Ada adegan dalam drakor ini disebut tidak akurat, sehingga menimbulkan kontroversi.

Kontroversi ini memuncak pascapenayangan episode jelang ending pada Jumat (15/5) yang menampilkan adegan penobatan I-An. Dalam sekuens tersebut, I-An tampak mengenakan guryu myeollyugwan, mahkota upacara tradisional peninggalan Dinasti Joseon (1392-1910) yang dihiasi sembilan untaian manik-manik pada bagian depan dan belakangnya.

Tak hanya itu, para pejabat istana dalam adegan tersebut juga terdengar menggemakan teriakan "Cheonse" yang berarti "1.000 tahun" sebagai doa bagi umur panjang takhta sang pangeran. Detail ini yang kemudian memicu protes keras dari penonton. 


Mereka berargumen bahwa para pejabat seharusnya meneriakkan kata "Manse" yang berarti "10,000 tahun, "ungkapan yang secara historis melekat pada otoritas kekaisaran yang berdaulat penuh. Sebaliknya, kata "Cheonse" secara tradisional hanya digunakan untuk menyapa raja dengan pangkat lebih rendah, termasuk penguasa wilayah bawahan seperti Dinasti Joseon saat masih di bawah bayang-bayang pengaruh geopolitik China.

Dalam catatan sejarah aslinya, penguasa Joseon baru berhenti memberikan upeti ke China pasca Perang China-Jepang Pertama pada 1895. Sebelum akhirnya Raja Gojong mendeklarasikan Korea sebagai kekaisaran merdeka yang independen.

Atas dasar itu lah, penonton menilai karakter Byeon Woo-seok juga seharusnya mengenakan sibi myeollyugwan atau mahkota dengan 12 untaian manik-manik karena mengingat latar cerita drama ini mengambil konsep monarki berdaulat penuh. 

Permintaan maaf disampaikan setelah tim produksi serial televisi besutan MBC tersebut secara resmi melayangkan permohonan maaf kepada publik pada Sabtu (16/5) lalu, seperti diberitakan Korea JoongAng Daily. 

Tim produksi pun tidak mengelak dari kekeliruan tersebut dan menerima masukan pemirsa dengan terbuka. Mereka juga mengakui adanya kelalaian dalam melakukan riset mendalam mengenai transformasi protokol istana Joseon dari waktu ke waktu.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, tim produksi berjanji untuk segera memperbaiki kesalahan teknis tersebut. Mereka menyatakan menerima kritik dari penonton dan akan merevisi audio serta subtitel terkait secepat mungkin untuk keperluan siaran ulang, layanan VOD (video-on-demand), maupun streaming.

Penulis skenario Perfect Crown, Yoo Ji Won akhirnya mengeluarkan permintaan maaf resmi. Ppermintaan maaf itu diunggah di situs web resmi drama MBC pada 19 Mei 2026.

Penulis menjelaskan bahwa ia menunda memberikan pernyataan karena khawatir kata-katanya akan menimbulkan ketidaknyamanan yang lebih besar. Namun, ia mengakui bahwa penundaan itu sendiri telah menyebabkan frustrasi lebih lanjut.

Dalam permintaan maaf tersebut, Yoo menanggapi kontroversi seputar penggambaran adat istiadat kerajaan Joseon dalam drama tersebut dan latar belakang monarki konstitusional modern fiktifnya. Ia menyatakan bahwa serial ini didasarkan pada premis imajiner bahwa keluarga kerajaan Joseon terus berlanjut hingga era modern.

Namun, penulis mengakui bahwa serial ini kurang riset dan verifikasi sejarah yang memadai. Penulis menambahkan bahwa dia menanggapi semua kritik dari penonton dengan serius dan kembali meminta.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya