Berita

Ilustrasi Ultra Processed Food (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

Ramai Istilah Ultra Processed Food, Ini Bahaya dan Cara Aman Konsumsinya

RABU, 20 MEI 2026 | 19:18 WIB | OLEH: TIFANI

RMOL.Istilah ultra processed food (UPF) belakangan ramai dibicarakan, terutama di media sosial hingga kalangan ahli kesehatan. Banyak orang mulai mempertanyakan keamanan makanan yang selama ini dikonsumsi sehari-hari, mulai dari mi instan hingga camilan kemasan.

Secara umum, ultra processed food adalah makanan yang telah melalui proses industri kompleks dengan tambahan berbagai bahan seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna, hingga perasa sintetis. Produk ini dirancang agar tahan lama, praktis, dan memiliki rasa yang kuat.

Meski praktis dan mudah ditemukan, konsumsi UPF secara berlebihan ternyata dapat membawa dampak serius bagi kesehatan. Sejumlah penelitian bahkan mengaitkan makanan jenis ini dengan berbagai penyakit kronis.


Apa Itu Ultra Processed Food?

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, konsep ultra processed food berasal dari klasifikasi NOVA yang membagi makanan berdasarkan tingkat pengolahannya. UPF merupakan kategori paling tinggi, di mana bahan asli makanan sudah banyak berubah atau bahkan hampir tidak tersisa.

Contohnya meliputi minuman bersoda, sosis, nugget, keripik, roti kemasan, hingga makanan beku siap saji. Produk ini biasanya mengandung bahan tambahan yang tidak umum digunakan dalam masakan rumahan.

Bahaya Ultra Processed Food bagi Kesehatan

1. Meningkatkan Risiko Obesitas
UPF umumnya tinggi kalori, gula, dan lemak, namun rendah serat. Kombinasi ini membuat seseorang lebih mudah makan berlebihan tanpa merasa kenyang, sehingga berisiko mengalami kenaikan berat badan secara signifikan.

2. Memicu Penyakit Jantung
Kandungan garam dan lemak trans dalam makanan ultra proses dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini bisa berujung pada penyakit jantung.

3. Meningkatkan Risiko Diabetes
Banyak UPF mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu kerja insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

4. Mengganggu Kesehatan Pencernaan
Rendahnya kandungan serat membuat sistem pencernaan tidak bekerja optimal. Selain itu, bahan tambahan tertentu juga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus.

5. Berpotensi Memicu Kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi UPF dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Hal ini diduga terkait bahan kimia tambahan serta proses pengolahan suhu tinggi.

Meski sering mendapat stigma negatif, UPF sebenarnya tetap boleh dikonsumsi. Dalam pola makan seimbang, UPF bisa menjadi bagian kecil dari konsumsi harian, terutama dalam situasi tertentu seperti keterbatasan waktu atau kebutuhan praktis. 

Para ahli gizi umumnya menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan segar atau minim proses, dan menjadikan UPF sebagai pelengkap, bukan sumber utama nutrisi. Selain itu, memilih produk dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah juga bisa menjadi langkah bijak.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya