Berita

Ketua YLBHI, Muhammad Isnur. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

YLBHI Soroti Ironi Penghargaan terhadap Marsinah

JUMAT, 01 MEI 2026 | 22:44 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pengangkatan Marsinah sebagai pahlawan nasional hingga rencana pembangunan Museum Marsinah dinilai hanya menjadi simbol kosong tanpa kejelasan terjaminnya kesejahteraan buruh.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur merespons rencana Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia.

Isnur melihat ada ironi besar di balik penghormatan negara terhadap Marsinah. Sebab, nilai perjuangan yang dahulu diperjuangkan aktivis buruh itu disebut justru masih banyak diberangus hingga hari ini.


“Dikasih (gelar) pahlawan Marsinah, tapi apa yang Marsinah perjuangkan itu ditindas,” kata Isnur saat aksi May Day di Senayan, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. 

Menurutnya, kondisi buruh saat ini masih diwarnai ancaman PHK akibat sistem outsourcing dan kontrak kerja. Selain itu, kebebasan berserikat juga masih menghadapi tekanan.

“Sekarang sangat banyak ancaman orang-orang untuk berserikat, termasuk ancaman dari aparat kepolisian dan militer,” ujarnya.

Isnur juga menyoroti dugaan penghalangan massa buruh dari berbagai daerah untuk mengikuti aksi May Day. Situasi ini menunjukkan kontradiksi antara sikap pemerintah yang tampak mendukung buruh secara simbolik, namun di lapangan justru dianggap membatasi ruang gerak mereka.

“Kekuasaan seolah-olah bersama buruh, seolah-olah menyanyikan lagu internasional bareng, tapi di lapangan justru melanggar hak buruh,” ucapnya.

Marsinah adalah aktivis dan buruh perempuan PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, yang gigih menuntut kenaikan upah dan kesejahteraan, serta melawan intimidasi militer terhadap rekan kerjanya pada Mei 1993, sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan.

Bagi YLBHI, penghormatan terhadap Marsinah seharusnya tidak berhenti pada gelar pahlawan atau pembangunan museum. Negara dinilai perlu memastikan perjuangan yang diwariskan Marsinah benar-benar diwujudkan lewat perlindungan hak buruh, kebebasan berserikat, dan penghentian praktik intimidasi terhadap pekerja.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya