Berita

Ilustrasi (Gambar: Babbe)

Bisnis

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Menakar Ketangguhan di Tengah Gejolak Global

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 09:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Dunia baru saja merilis laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 pada Rabu 8 April 2026. 

Dalam laporan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diprediksi berada di angka 4,7 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang mematok 4,8 persen.

Meski ada revisi turun, performa Indonesia dinilai masih cukup kuat. Pasalnya, angka 4,7 persen tersebut tetap melampaui rata-rata pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP), yang meliputi China, Malaysia, Thailand, hingga Vietnam, yang diprediksi hanya tumbuh sebesar 4,2 persen.


Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, menjelaskan bahwa ada tiga faktor luar yang membayangi ekonomi kawasan saat ini, yaitu konflik Timur Tengah telah memicu lonjakan harga energi global. Kemudian, ketidakpastian kebijakan dengan adanya pembatasan perdagangan di AS serta dinamika politik global. Selanjutnya adalah pesatnya teknologi AI yang mengubah lanskap industri.

Namun, Mattoo memberikan catatan positif bagi Indonesia terkait ketahanannya terhadap guncangan harga energi.

“Kami menilai Indonesia relatif tangguh karena ketergantungan terhadap impor minyak, misalnya, lebih rendah dibandingkan negara lain,” ujar Mattoo dalam keterangannya, dikutip Kamis 8 April 2026.

Data menunjukkan bahwa pada 2024, impor bersih minyak dan gas Indonesia hanya menyentuh 1 persen dari PDB. Angka ini jauh lebih aman jika dibandingkan dengan Thailand (7 persen), Filipina (3 persen), maupun Vietnam (2 persen).

Walaupun cukup tangguh, Indonesia tidak sepenuhnya kebal. Bank Dunia memperingatkan beberapa risiko yang bisa menekan ekonomi domestik.

Beban Subsidi: Kenaikan harga minyak dunia berpotensi membengkakkan beban fiskal untuk subsidi dan kompensasi energi.

Tekanan Inflasi: Lonjakan harga pangan akibat mahalnya pupuk, serta gangguan rantai pasok global akibat mahalnya harga semikonduktor.

Sentimen Investasi: Meningkatnya risiko global dapat membuat investor lebih berhati-hati, yang berdampak pada melambatnya konsumsi dalam negeri.

Kabar baiknya, perlambatan ini diprediksi hanya bersifat sementara. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia akan melesat kembali ke angka 5,2 persen pada 2027. 

Beberapa motor penggerak pemulihan ini meliputi; optimalisasi dana kekayaan negara (Danantara) untuk investasi produktif, peningkatan kredit swasta melalui injeksi likuiditas, dan penguatan industri hilir dan kemudahan bagi investasi asing (FDI).

Saat ini, pertumbuhan Indonesia yang berada di kisaran 5 persen dianggap telah melampaui estimasi pertumbuhan potensialnya berkat dukungan pemerintah. Agar tren positif ini berlanjut, Bank Dunia menyarankan pemerintah untuk fokus pada reformasi struktural.

Langkah-langkah seperti penyederhanaan perizinan usaha, deregulasi, dan penghapusan hambatan non-tarif di sektor jasa dianggap kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas di masa depan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya