Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Sewa Ponsel Premium Melejit di Momen Idulfitri 2026, Gaya atau Tekanan Sosial?

SABTU, 21 MARET 2026 | 14:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, muncul tren menarik di Bandung. Alih-alih membeli perangkat baru, sebagian warga justru memilih menyewa ponsel pintar premium untuk mengabadikan momen Lebaran.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya permintaan jasa rental ponsel di berbagai titik kota. Salah satu gerai di kawasan Sarijadi bahkan mencatat seluruh unit ponsel habis disewa beberapa hari sebelum Lebaran. Tak sedikit pelanggan yang sudah melakukan pemesanan jauh-jauh hari, bahkan sebelum Ramadan, demi memastikan ketersediaan perangkat incaran mereka.

Bagi sebagian warga, menyewa ponsel dianggap sebagai solusi praktis. Selain prosesnya relatif mudah - cukup dengan verifikasi identitas dan akun media sosial - ponsel dinilai lebih ringkas digunakan dibandingkan kamera.


“Lebih simpel dibanding kamera, tidak repot dibawa. Buat kumpul keluarga juga enak dipakai foto-foto,” ujar Imam, salah satu penyewa.

Namun, di balik tren ini, tersimpan fenomena sosial yang lebih dalam. Pengamat dari Universitas Katolik Parahyangan, Garlika Martanegara, menilai maraknya sewa ponsel premium tidak lepas dari dorongan budaya materialisme yang kian kuat.

Menurutnya, momen Lebaran sering kali menjadi ajang “pamer pencapaian”, terutama bagi para perantau yang pulang ke kampung halaman. Apa yang dikenakan, dikendarai, hingga digunakan, kerap dijadikan tolok ukur kesuksesan.

“Dulu mungkin sewa mobil, sekarang bergeser. Bahkan DP kendaraan meningkat menjelang Lebaran. Ini menunjukkan adanya dorongan untuk tampil lebih,” ujarnya dalam tayangan CNN, dikutip Sabtu 21 Maret 2026. 

Tren tersebut kini meluas hingga ke barang yang lebih kecil dan personal, seperti ponsel pintar. Meski hanya digunakan sementara, perangkat premium dianggap mampu menunjang citra diri saat berkumpul dengan keluarga besar.

Di sisi lain, dinamika ekonomi menjelang Lebaran juga terlihat dari meningkatnya aktivitas di pegadaian. Di Bandung, sejumlah warga menggadaikan barang berharga untuk memenuhi kebutuhan hari raya, mulai dari biaya mudik hingga kebutuhan konsumsi.

Dinda, salah satu warga, mengaku terpaksa menggadaikan barang demi menutup pengeluaran yang meningkat. “Buat kebutuhan Lebaran dan mudik, pengeluaran banyak, jadi harus ada yang digadaikan,” katanya.

Data dari Kantor Pegadaian Cabang Pungkur menunjukkan adanya kenaikan transaksi gadai dan tebus barang sekitar 8 persen selama Ramadan. Kendaraan roda empat menjadi salah satu barang yang paling banyak digadaikan, hingga kapasitas penyimpanan sempat penuh.

Menariknya, selain menggadaikan, sebagian masyarakat juga menebus kembali perhiasan emas mereka untuk dikenakan saat hari raya—menambah dimensi simbolik dalam perayaan Lebaran.

Fenomena sewa ponsel premium yang meningkat, berdampingan dengan naiknya aktivitas pegadaian, mencerminkan satu hal: dorongan kuat untuk tampil “lebih” di momen Idulfitri. Di satu sisi, ini menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap kebutuhan praktis. Namun di sisi lain, tren ini juga menegaskan bagaimana tekanan sosial dapat mendorong pola konsumsi yang semakin tinggi, bahkan untuk kebutuhan yang sifatnya sementara.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya