Berita

Maskapaii Garuda INdonesia (Foto: Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Danantara Kaji Skema Pengadaan 50 Pesawat Boeing untuk Garuda Indonesia

JUMAT, 27 FEBRUARI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) kini sedang mendalami berbagai opsi skema untuk merealisasikan rencana akuisisi 50 unit pesawat Boeing bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan kesiapan pihaknya dalam pengadaan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa saat ini prosesnya masih berada dalam tahap pembahasan teknis di level pemerintahan.

"Ini masih pembahasan teknis, artinya kita siap membeli 50 (unit), tapi Boeing belum menjawab atau akan menjawab, dia mampunya 10 (unit), 20 (unit), itu belum," ujar Rohan dalam Exclusive Group Interview di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis 26 Februari 2026.


Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah lamanya waktu tunggu pengiriman pesawat yang bisa mencapai tujuh tahun. Hal ini memaksa pemerintah untuk memikirkan strategi alternatif agar armada bisa tersedia lebih cepat.

"Mau milih jenis pesawat yang mana, kalau delivery time-nya juga enggak segera, kita harus diputar otak dulu kan. Karena masih bahas juga, maksudnya kita kan calon pembeli, kita belum bayar. Kita bilang butuh lebih cepat dari tujuh tahun, tapi antrean rata-rata seluruh dunia ya sama," ungkap Rohan.

Mengenai pembiayaan, Rohan menyebutkan ada banyak skema yang bisa diambil, salah satunya adalah kredit langsung dari pihak produsen. Detail skema akan diputuskan melalui proses negosiasi mendatang.

"Sources of fund itu kan bisa macam-macam ya, tapi kan suppliers credit juga ada kan, kita juga bisa nyicil ke Boeing. Itu semua negosiasi yang nanti harus dilakukan," tambahnya.

Selain itu, Danantara membuka peluang untuk kembali menyuntikkan modal ke Garuda Indonesia. Sebagai catatan, pada pertengahan 2025, PT Danantara Asset Management (DAM) telah mengucurkan dana sebesar Rp23,67 triliun kepada maskapai pelat merah tersebut.

"Capital injection harus ada, nanti next. Mau beli pesawat sebetulnya, tapi pesawat itu di seluruh dunia antre airlines mana pun, bisanya tujuh tahun, makanya nomor satu tadi merger dulu lebih bagus, digabung supaya jumlah armadanya itu efisien yang satu rute," jelas Rohan.

Rencana besar ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang Toward a New Golden Age for the U.S.-Indonesia Alliance yang ditandatangani Indonesia dan Amerika Serikat (AS) minggu lalu. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen melakukan pengadaan pesawat serta layanan penerbangan senilai 13,5 miliar Dolar AS.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, membenarkan bahwa pengadaan 50 pesawat Boeing ini adalah salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut.

"Dari Agreement Reciprocal Tarif ini, ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara, di antaranya rencana pembelian 50 pesawat dari Boeing," kata Rosan dalam konferensi pers daring dari Washington DC, pekan lalu.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya